Breaking News:

Berita Jateng

12.764 Warga Jateng Terima Kartu Jateng Sejahtera: Cair Setiap Triwulan, Nilainya Rp 750 Ribu/Orang

Tahun ini, ada 12.764 penerima KJS yang bakal menerima bantuan Rp 38,292 milir dari APBD Provinsi Jawa Tengah.

Penulis: m zaenal arifin | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/DOK HUMAS PEMPROV JATENG
Pegawai Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jawa Tengah menyerahkan KJS kepada warga, Sabtu (14/8/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng meluncurkan Kartu Jateng Sejahtera (KJS). Tahun ini, ada 12.764 penerima KJS yang bakal menerima bantuan Rp 38,292 milir dari APBD Provinsi Jawa Tengah.

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis, sehari jelang HUT ke-71 Jawa Tengah, di Kecamatan Candisari, Kota Semarang; dan Desa Mluweh, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Sabtu (14/8/2021).

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jawa Tengah Harso Susilo mengatakan, bantuan tersebut diserahkan kepada fakir yang belum memeroleh bantuan sosial, mengalami sakit kronis, sepuh, atau disabilitas.

Dari pemetaan, penerima KJS terbanyak ada di Kabupaten Tegal yang mencapai 1.000 orang.

"Ini merupakan wujud kepedulian Pemprov Jateng dan kesetiakawanan sosial kita kepada seluruh warga. Untuk KJS, syaratnya adalah disabilitas berat ataupun punya penyakit kronis," ujar Harso, dalam rilisnya, Sabtu.

Baca juga: Ditinggal Mati Orangtua akibat Covid, 333 Anak Bakal Terima Bantuan Pendidikan dari Polda Jateng

Baca juga: Hanya Tersisa Kota Magelang, Wilayah PPKM Level IV di Jateng, Ganjar: Lainnya Jangan Lengah

Baca juga: PSIS Hajar PPLP Jateng di Stadion Jatidiri Semarang, Bruno Silva Sumbang Dua Gol

Baca juga: Ganjar Semangati Atlet Pelatnas Jateng di GOR Jatidiri Semarang, Latihan Jelang PON di Papua

Ia menjelaskan, KJS diberikan setiap triwulan dengan besaran Rp 750 ribu per penerima.

Bantuan ini dicairkan langsung ke rekening penerima di Bank Jateng.

Harso mengatakan, KJS telah digulirkan sejak tahun 2017.

"Salah seorang penerima KJS adalah Pak Poniman yang sakit berat, tidak bisa apa-apa dan tidak punya keluarga. Nanti, kami usahakan dibawa ke panti milik pemprov. Dalam pekan ini, kami proses untuk kesediaanya," imbuh Harso.

Nardianto, tetangga sekaligus perawat Poniman (68), mengatakan, sebelum sakit, Poniman merupakan buruh.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved