Berita Jateng

Syarat Masuk Mal Harus Sudah Vaksin, Gubernur Ganjar: Itu Tidak Adil

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, syarat vaksinasi untuk masuk mal tidak adil karena masih banyak masyarakat belum divaksin.

Penulis: m zaenal arifin | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/HUMAS PEMPROV JATENG
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melihat operasional Mal Paragon, Rabu (11/8/2021). Ganjar mengecek penerapan persyaratan untuk bisa masuk Mal. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Pemerintah pusat mengizinkan pusat perbelanjaan modern atau mal kembali dibuka dengan syarat pengunjung harus sudah divaksin.

Terkait hal ini, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, syarat itu tidak adil karena masih banyak masyarakat belum divaksin.

Terlebih, menurut Ganjar, banyak warga yang belum vaksin bukan karena tidak mau. Melainkan karena vaksinnya tidak ada.

"Sebenarnya, aturan itu nggak fair karena banyak masyarakat yang rindu vaksin tapi belum dapat sampai sekarang. Maka, tugas pemerintah sekarang adalah segera menyiapkan vaksin lebih banyak agar bisa mempercepat," kata Ganjar, saat meninjau Mal Paragon Semarang, Rabu (11/8/2021).

Baca juga: Pusat Perbelanjaan Boleh Buka Lagi, Pengunjung Mal Paragon Semarang Harus Tunjukkan Bukti Vaksin

Baca juga: Sertifikat Vaksin Jadi Syarat Warga Saat Bepergian, Gubernur Ganjar Pranowo: Saya Rasa Nggak Adil

Baca juga: Ditinggal Mati Orangtua akibat Covid, 333 Anak Bakal Terima Bantuan Pendidikan dari Polda Jateng

Baca juga: Hanya Tersisa Kota Magelang, Wilayah PPKM Level IV di Jateng, Ganjar: Lainnya Jangan Lengah

Ganjar terus berupaya melakukan percepatan vaksinasi di Jawa Tengah. Caranya, meminta tambahan alokasi vaksin.

Untuk memenuhi target vaksinasi selesai pada Desember, Jateng membutuhkan vaksin 2,4 juta per pekan.

Namun, kiriman vaksin dari pemerintah pusat sampai saat ini hanya 600 ribu sampai 700 ribu per pekan.

Dengan alokasi vaksin lebih banyak untuk Jateng, Ganjar berharap, semakin banyak masyarakat yang bisa beraktivitas normal, termasuk masuk mal.

"Dan mereka juga bisa memiliki kesempatan dan akses yang sama dengan yang sudah divaksin. Jangan ada yang dibedakan," tegasnya.

Meski begitu, pihaknya meminta masyarakat bersabar untuk sementara waktu.

Sebab, pembukaan mal saat ini baru tahap uji coba di beberapa kota di Indonesia.

"Ini baru uji coba jadi terpaksa kita menerima dulu kondisi ini. Apapun yang terjadi, pemerintah punya keinginan kuat untuk membantu meningkatkan kembali ekonomi dan masyarakat bisa kembali beraktivitas," ujarnya.

Baca juga: Penyekatan di Purwokerto Diperlonggar, Perempatan Palma dan Simpang Pasar Wage Kembali Dibuka 24 Jam

Baca juga: Trauma Tsunami 2006 dan Pascagempa Cilacap M 4,8, Warga Ayah Kebumen Bikin Jalur Evakuasi ke Hutan

Baca juga: Vaksinasi Covid bagi Ibu Hamil di Banyumas Baru Tercapai 57 Persen, Banyak yang Tak Lolos Screening

Baca juga: Kemenag Kabupaten Tegal Izinkan Madrasah Negeri Gelar Sekolah Tatap Muka, Ini Syaratnya

Sementara itu, ketika Ganjar berkunjung di Mal Paragon, situasi nampak cukup ramai.

Pengunjung harus antre di pintu masuk untuk menunjukkan kartu vaksin atau scan barcode di aplikasi Peduli Lindungi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved