Breaking News:

Berita Banyumas

Penyekatan di Purwokerto Diperlonggar, Perempatan Palma dan Simpang Pasar Wage Kembali Dibuka 24 Jam

Penyekatan di sejumlah ruas jalan di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, mulai diperlonggar.

Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI
Penutupan Jalan di Simpang Pasar Wage Purwokerto, saat awal PPKM Darurat pada awal Juli 2021 yang lalu. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) kembali diperpanjang hingga 16 Agustus nanti. Meski begitu, penyekatan di sejumlah ruas jalan di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, mulai diperlonggar.

Kepala Dinas Perhubungan Banyumas Agus Nur Hadie mengatakan, kelonggaran itu nantinya diberlakukan di ring satu atau di pusat kota Purwokerto.

"Contohnya, perempatan Palma dan Simpang Pasar Wage, dibuka 24 jam," katanya saat ditemui di Purwokerto, Rabu (11/8/2021).

Sementara, untuk ring dua, semisal di Simpang Kalibagor, Andhang Pangrenan, Berkoh, dan Tanjung, akan disekat hanya pada tanggal merah atau libur nasional, hari Sabtu, dan Minggu, dengan penjagaan petugas.

Mulai pukul 20.00 WIB hingga pagi, jalan-jalan tersebut akan dibuka total.

Baca juga: Pemkab Banyumas Beri Kelonggaran meski PPKM Diperpanjang, Tak Ada Lagi Penyekatan di Perbatasan

Baca juga: Vaksinasi Covid bagi Ibu Hamil di Banyumas Baru Tercapai 57 Persen, Banyak yang Tak Lolos Screening

Baca juga: Tak Sekadar Menyoal Bisnis, Guru SMKN 3 Banyumas Ini Juga Ingin Lestarikan Kesenian Gamelan

Baca juga: Tarko Sulap Angkot Jadi Ambulans Desa, Simak Kisah Lengkap Warga Karangnangka Banyumas Ini

Sedangkan untuk perbatasan di Ajibarang dan Tambak, masih diberlakukan penyekatan selama 24 jam.

Agus mengatakan, kelonggaran tersebut dilakukan karena beberapa faktor.

Pertama, karena angka kasus positif serta kematian akibat Covid di Banyumas mulai menurun.

Kedua, kesadaran masyarakat terkait protokol kesehatan semakin membaik.

Menurutnya, kelonggaran ini juga sebagai upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Banyumas.

Agar tetap bisa terkontrol dan mengawasi jalannya kelonggaran, tim task force dibentuk untuk mencegah pelanggaran-pelanggaran prokes.

Tim inilah yang akan menertibkan warga andaikan terjadi pelanggaran.

"Jadi, jangan sampai ada euforia masyarakat sehingga kehilangan kontrol," ujarnya. (Tribunbanyumas/jti)

Baca juga: Trauma Tsunami 2006 dan Pascagempa Cilacap M 4,8, Warga Ayah Kebumen Bikin Jalur Evakuasi ke Hutan

Baca juga: Kemenag Kabupaten Tegal Izinkan Madrasah Negeri Gelar Sekolah Tatap Muka, Ini Syaratnya

Baca juga: DKK Kudus Waspadai KIPI Astrazeneca, Warga Diminta Kurangi Aktivitas Seusai Vaksin

Baca juga: Kota Tegal Masih Terapkan PPKM Level 4 meski Berstatus Zona Oranye, Ini Alasannya

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved