Berita Tegal

Kemenag Kabupaten Tegal Izinkan Madrasah Negeri Gelar Sekolah Tatap Muka, Ini Syaratnya

Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tegal mengizinkan madrasah negeri di wilayah tersebut mulai menggelar pembelajaran tatap muka.

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/DESTA LEILA KARTIKA
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tegal Sukarno, saat ditemui di kantor nya, Rabu (30/6/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SLAWI - Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tegal mengizinkan madrasah negeri di wilayah tersebut mulai menggelar pembelajaran tatap muka.

Saat ini, Kabupaten Tegal menerapkan PPKM level 3, 10-16 Agustus 2021.

Kepala Kemenag Kabupaten Tegal Sukarno menuturkan, pemberian izin ini berpedoman pada Instruksi Mendagri (Imendagri) Nomor 30 Tahun 2021.

Selain Imendagri, Sukarno juga berpedoman pada Surat Edaran Dirjen Pendidikan Islam nomor B-2459/DJ.l/Dt.l.l/PP. 00/08/2021 tentang Penyelenggaraan Pembelajaran di Madrasah Tahun Pelajaran 2021/2022 pada Masa PPKM Covid-19.

Baca juga: 121.648 Warga Tegal Sudah Disuntik Vaksin, Meningkat 10 Persen Dibanding Pekan Sebelumnya

Baca juga: Jumat Berkah, Bupati Tegal Umi Azizah Belanja di Pasar Trayeman, Ajak Masyarakat Beli Produk Lokal

Baca juga: Dapat Tambahan 23.448 Dosis, Pemkab Tegal segera Vaksin Covid Warga yang Telat Dapat Dosis Dua

Baca juga: Kadinkes Sebut Angka Kasus Corona Mulai Melandai di Tegal, Berikut Data Lengkapnya

Sejak diterbitkannya surat edaran tersebut, Selasa (10/8/2021), madrasah di bawah naungan Kemenag Kabupaten Tegal, mulai RA, MI, MTs, dan MA/MAK diperbolehkan melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan beberapa persyaratan yang wajib dipenuhi.

"Karena Kabupaten Tegal masuk kategori PPKM level 3 maka sudah mulai diperbolehkan melakukan PTM namun dengan beberapa syarat yang wajib dipenuhi," kata Sukarno, Rabu (11/8/2021).

"Pembelajarannya mulai kapan, bergantung masing-masing sekolah, apakah sudah memenuhi persyaratan atau belum. Intinya, kami berpedoman pada Imendagri Nomor 30 Tahun 2021 dan SE Dirjen Pendidikan Islam," imbuhnya.

Dalam Imendagri tersebut terdapat beberapa poin aturan baru, satu di antaranya mengenai pelaksanaan pembelajaran di area PPKM level 3.

Untuk pelaksanaan pembelajaran di wilayah yang masuk PPKM level 3 bisa melalui pembelajaran tatap muka terbatas atau pembelajaran jarak jauh.

Bagi satuan pendidikan yang melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas dilaksanakan dengan kapasitas maksimal 50 persen, kecuali untuk SDLB, MILB, SMPLB, SMLB, dan MALB, maksimal 62-100 persen dengan menjaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal lima siswa per kelas.

Sedangkan untuk PAUD, maksimal siswa 33 persen dengan menjaga jarak minimal 1,5 Meter dan maksimal lima siswa per kelas.

Sedangkan pada Surat Edaran Dirjen Pendidikan Islam beberapa poin penting di antaranya RA, MI, MTs, dan MA/MAK di wilayah PPKM level 3 dapat melaksanakan PTM terbatas atau pembelajaran jarak jauh atau belajar dari rumah namun wajib menerapkan protokol kesehatan dan menjalankan prosedur sesuai aturan.

Baca juga: DKK Kudus Waspadai KIPI Astrazeneca, Warga Diminta Kurangi Aktivitas Seusai Vaksin

Baca juga: Kota Tegal Masih Terapkan PPKM Level 4 meski Berstatus Zona Oranye, Ini Alasannya

Baca juga: Ini Syarat Terbaru Naik Pesawat saat PPKM: Tak Perlu Lagi Tes PCR jika Sudah Dua Kali Vaksin Covid

Baca juga: Penyidik KPK Geledah Rumah Orang Terdekat Bupati Banjarnegara, Sita 10 Sertifikat Tanah

Sukarno menambahkan, madrasah yang menyelenggarakan PTM terbatas wajib memastikan terlebih dahulu pendidik dan tenaga kependidikannya telah tervaksin.

Selain itu, harus ada ketentuan pemerintah daerah atau rekomendasi Satgas Covid-19 daerah setempat yang menyatakan wilayahnya dapat dilaksanakan PTM.

Juga, mendapatkan izin tertulis penyelenggaraan pembelajaran tatap muka bagi madrasah yang bersangkutan dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi atau Kabupaten/Kota sesuai kewenangannya.

"Intinya, selagi madrasah atau sekolah bisa memenuhi persyaratan SE Dirjen Pendidikan Islam maka kami perbolehkan melakukan PTM. Kalau tidak bisa, ya pembelajaran masih jarak jauh atau belajar dari rumah," katanya.

"Saya ingatkan, protokol kesehatan wajib dipatuhi dan dilaksanakan, memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak," tandas Sukarno. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved