Penanganan Corona

DKK Kudus Waspadai KIPI Astrazeneca, Warga Diminta Kurangi Aktivitas Seusai Vaksin

Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus menginstruksikan tenaga kesehatan mewaspadai kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) vaksin AstraZeneca (AZ).

Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/RAKA F PUJANGGA
Kasi Survalens Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus, Aniq Fuad ‎saat ditemui di kantornya, Selasa (10/8/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KUDUS - Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus menginstruksikan tenaga kesehatan mewaspadai kejadian ikutan pasca imunisasi ( KIPI) vaksin AstraZeneca (AZ).

Kasi Survalens DKK Kudus Aniq Fuad mengatakan, pemantauan ini dilakukan lantaran kasus KIPI dari vaksin AstraZeneca lebih banyak dibandingkan vaksin Sinovac.

"Sejak awal sudah harus waspada karena paling banyak KIPI-nya pada beberapa kasus," jelas Aniq saat ditemui di kantornya, Rabu (11/8/2021).

Baca juga: Penyaluran Beras 10 Kilogram Sudah Rampung di Kudus, Total 37.111 Keluarga Penerima

Baca juga: Demi Dapat Bantuan Presiden, 266 Warga Kudus Bikin Usaha Fiktif. Terdeteksi saat Verifikasi

Baca juga: Kalau PPKM Diperpanjang, Harapan Bupati Kudus: Semoga Ada Kebijakan yang Diperlonggar

Baca juga: Manajemen Resmi Umumkan Cucun Sulistyo Sebagai Pelatih Persiku Kudus

Menurut Aniq, kurang dari 15 penerima vaksin AstraZeneca mengalami gejala demam pasca imunisasi.

Sedangkan satu warga mengalami pingsan pasca imunisasi. Namun, hal itu diduga buka karena vaksin melainkan kekhawatiran yang berlebihan.

"Jumlah orang yang mengalami demam mungkin ada tetapi tidak dilaporkan. Yang dilaporkan kurang dari 15 orang," ucapnya.

Aniq pun mengimbau tenaga kesehatan menginformasikan kepada masyarakat agar tidak terlalu banyak aktivitas seusai divaksin.

"Setelah vaksin, harapannya agar aktivitas kerjanya dikurangi," jelas dia.

Hingga Selasa (10/8/2021), sebanyak 6.025 orang telah menerima vaksin AstraZeneca dosis pertama.

Baca juga: Kota Tegal Masih Terapkan PPKM Level 4 meski Berstatus Zona Oranye, Ini Alasannya

Baca juga: Ini Syarat Terbaru Naik Pesawat saat PPKM: Tak Perlu Lagi Tes PCR jika Sudah Dua Kali Vaksin Covid

Baca juga: Penyidik KPK Geledah Rumah Orang Terdekat Bupati Banjarnegara, Sita 10 Sertifikat Tanah

Baca juga: Ditinggal Mati Orangtua akibat Covid, 333 Anak Bakal Terima Bantuan Pendidikan dari Polda Jateng

Sedangkan untuk penyuntikan dosis kedua, hanya ada satu orang karena sebelumnya telah mendapatkan dosis pertama.

"Dengan jumlah vaksin AZ yang kami terima ada 15 ribu dosis berarti masih tersisa sekitar sembilan ribu kurang sedikit," ujarnya.

‎‎Menurut Aniq, penyuntikan vaksinasi tahap pertama sudah mencapai 22,2 persen atau sebanyak 146.723 dosis.

Sedangkan penyuntikan dosis kedua pencapaiannya telah mencapai 17,8 persen atau sebanyak 117.541 dosis.

"Penyuntikan vaksinasi di Kabupaten Kudus peringkat kelima di Jawa Tengah, sedangkan ‎peringkat pertama vaksinasi Surakarta," ujar dia. (Raka F Pujangga)

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved