Berita Semarang

Pusat Perbelanjaan Boleh Buka Lagi, Pengunjung Mal Paragon Semarang Harus Tunjukkan Bukti Vaksin

Pelonggaran pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) membuat mal di Kota Semarang mulai beroperasi, Selasa (10/8/2021).

Penulis: budi susanto | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/HERMAWAN HANDAKA
Pengunjung Mal Paragon Kota Semarang menunjukkan bukti vaksin sebelum memasuki mal, Selasa (10/8/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Pelonggaran pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) membuat mal di Kota Semarang mulai beroperasi, Selasa (10/8/2021). Namun, untuk berkunjung ke mal, warga harus menunjukkank bukti telah divaksin Covid-19.

Seperti yang terlihat di Mal Paragon Kota Semarang. Beberapa orang mengantre pendaftaran agar bisa masuk ke mal, melalui aplikasi Pedulilindungi.

Selain itu, petugas yang berjaga di depan mal juga meminta pengunjung menunjukan kartu vaksinasi.

Para pengunjung pun nampak mengikuti prosedur yang sudah ditetapkan pengelola mal.

Satu di antaranya, Nita Safira (22), pengunjung Mal Paragon asal Banyumanik, Kota Semarang.

Baca juga: Ikut Program Sertifikasi Massal PTSL, Warga Kudu Kota Semarang Dipungut Rp 900 Ribu-Rp 1,5 Juta

Baca juga: Belum Jelas Kabarnya, DKK Semarang Masih Tunggu Pasokan Vaksin, Sentra Vaksinasi Ditutup Sementara

Baca juga: Lagi! Biaya Pemakaman Jenazah Pasien Covid di Kota Semarang Capai Rp 11,5 Juta: Kami Harus Utang

Baca juga: Alhamdulillah, Konsumsi Tabung Oksigen di Kota Semarang Sudah Menurun Hingga 60 Persen

Menanggapi prosedur yang diterapkan, Safira mengaku tak keberatan.

"Kalau saya, tidak keberatan. Namun, yang gagap teknologi, pastinya kesulitan. Tadi saja, ada ibu-ibu yang mau beli roti diminta menunjukan kartu vaksin padahal dia tidak menyimpan bukti digitalnya," ucapnya.

Safira menyarankan, prosedur mengunjungi imal dibuat lebih mudah tanpa harus loggin melalui aplikasi.

"Saya saja donwload terlebih dahulu dan loggin. Masak iya, kalau masuk mal harus loggin terus. Untuk orang yang tidak begitu paham, bagaimana?" tanyanya.

Sementara, General Manajer Mal Paragon Semarang Lie Jemmy mengatakan, hari ini, mal diperbolehkan dibuka namun dengan beberapa persyaratan.

"Pemerintah mengizinkan mal dibuka namun pengunjung dibatasi 25 persen dari kapasitas gedung. Di sini, kapasitas gedung 25 ribu orang," tuturnya.

Selain pembatasan jumlah pengunjung, ia menerangkan, pengunjung juga diminta menunjukan kartu vaksin dan mengisi daftar lewat aplikasi.

Baca juga: 97,2 Persen Kematian akibat Covid di Jateng Terjadi pada Warga Belum Divaksin, Begini Sikap Ganjar

Baca juga: Warga Bangsri Jepara Ditemukan Tewas di Sumur, Ketahuan saat Keluarga Melihat Penutup Terbuka

Baca juga: Jadi Syarat Bekerja di Tempat Karaoke di Salatiga, Tata Memberanikan Diri Ikut Vaksinasi Covid

Baca juga: Nasib PSK di Jateng selama Pandemi Covid, OPSI: Belum Dapat Bantuan, Mudah Akses Vaksin

"Pengunjung yang diperbolehkan masuk ke mal memiliki usia 12 hingga 70 tahun. Di bawah dan di atas usia tersebut tak diperbolehkan masuk," paparnya.

Ditambahkannya, pembukaan hari pertama, 80 persen tenant di Mal Paragon telah buka, dengan pekerja lebih dari 1.000 orang.

"Harapan kami, diizinkan beroperasinya mal bisa membangkitkan perekonomian karena sudah lumayan lama tutup," tambahnya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved