Berita Semarang

Lagi! Biaya Pemakaman Jenazah Pasien Covid di Kota Semarang Capai Rp 11,5 Juta: Kami Harus Utang

Mahalnya tarif pemulasaran dan pemakaman jenazah Covid-19 di Kota Semarang kembali mencuat.

Penulis: iwan Arifianto | Editor: rika irawati
TRIBUN BANYUMAS/IWAN ARIFIANTO
ILUSTRASI. Beberapa Relawan Semarang Hebat sedangmemakamkan pasien Covid-19 yang meninggal dunia, di TPU Candisari Kota Semarang, Rabu (16/6/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Mahalnya tarif pemulasaran dan pemakaman jenazah Covid-19 di Kota Semarang kembali mencuat. Kali ini, ada keluarga yang harus mengeluarkan biaya hingga Rp 11,5 juta untuk pengurusan jenazah pasien Covid-19 yang meninggal di rumah.

"Iya, biaya pemulasaran sendiri itu mahal. Pengalaman saya ketika mengurus almarhumah ibu saya yang meninggal dunia, 9 Juli 2021 lalu. Karena meninggal di rumah, otomatis kami urus sendiri dengan total biaya yang kami keluarkan sebesar Rp 11,5 juta," terang seorang perempuan, warga Kota Semarang, yang meminta identitasnya tak diungkap, Sabtu (7/8/2021).

Dia menyebut, keluarganya kelabakan ketika pihak puskesmas memvonis sang ibu meninggal akibat Covid-19.

Terkait hasil tes swab antigen yang dilakukan pihak puskemas, sempat diragukan oleh pihak keluarga lantaran tak ditunjukkan secara langsung melainkan hanya secara lisan.

Baca juga: Oknum Ketua RT Palak Keluarga Pasien Covid-19 di Semarang, Patok Harga Rp 16 Juta Buat Pemakaman

Baca juga: Biaya Pemakaman Jenazah Covid Capai Rp 16 Juta, Disperkim Kota Semarang: di Jatisari, Semua Free

Baca juga: Sopir Rumah Makan Ditemukan Tewas di Mess di Gajahmungkur Semarang, Sempat Mengeluh Sakit Leher

Baca juga: Alhamdulillah, Konsumsi Tabung Oksigen di Kota Semarang Sudah Menurun Hingga 60 Persen

Akan tetapi, keluarga tak bisa berbuat banyak lantaran kondisi memaksa mereka harus menjalani isolasi mandiri dan tengah berduka.

Ia kemudian meminta tolong adiknya segera mengurus jenazah sang ibu.

Adiknya kemudian menelepon pihak RT setempat yang kemudian mengarahkan untuk menggunakan tenaga relawan kenalan.

Pihak keluarga yang merasa tak memiliki koneksi petugas pemulasaran, memasrahkan hal itu ke ketua RT tersebut.

"Kami kaget ketika RT menyebut nominal cukup fantastis, yakni harga Rp 16 juta. Tentu kami keberatan," terangnya.

Sikap keberatan tersebut mereka nyatakan ke pihak RT. Lantas, pihak ketua RT menawarkan tenaga sukarelawan yang ia sebut sebagai kenalan dengan harga lebih murah, yakni Rp 10 juta.

Mau tak mau, keluarga menggunakan jasa tersebut dengan pertimbangan tak mau jenazah sang ibu lebih lama dibiarkan.

"Kami deal di angka Rp 10 juta untuk bayar tenaga relawan yang mengurus jenazah almarhum ibu dari pemulasaraan hingga pemakaman. Namun, perjalannya, ada biaya tambahan sebesar Rp 1,5 juta untuk tambahan bayar peti, sebab peti yang biasa sudah habis. Ibu saya katanya pakai peti kualitas lebih bagus," terangnya.

Dia mengungkapkan, tak mungkin dalam semalam, pihak keluarga mendapatkan uang sebesar itu. Ia bersama kerabat lantas berembug dan hasilnya disepakati mereka utang terlebih dahulu.

"Iya, terpaksa kami berutang ke salah satu kerabat. Tidak mungkin kami dapat uang Rp 11,5 juta dalam semalam. Kami kerjanya cuma buruh pabrik, uang simpanan hanya cukup untuk bayar sewa ambulans," bebernya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved