Berita Kebumen Hari Ini

Ini Cara Warga Jogosimo Kebumen Antisipasi Kepunahan Penyu, Tiap Bulan Lepasliarkan Anakan Penyu

Untuk menjaganya dari ancaman kepunahan, warga Jogosimo membangun tempat konservasi penyu di Perairan Kalibuntu, Kabupaten Kebumen. 

Penulis: khoirul muzaki | Editor: deni setiawan
PEMKAB KEBUMEN
Aksi pelepasan anakan penyu di Perairan Kalibuntu, Desa Jogosimo, Kecamatan Klirong, Kabupaten Kebumen, Jumat (6/8/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KEBUMEN - Gerakan warga Desa Jogosimo, Kecamatan Klirong, Kabupaten Kebumen untuk menjaga ekosistem laut patut diacungi jempol. 

Mereka memiliki kesadaran tinggi untuk melestarikan satwa penyu yang menghuni laut selatan.

Satwa itu biasa mendarat untuk bertelur, lalu kembali ke laut untuk mencari makan.  

Jika tak dilestarikan, populasi penyu dikhawatirkan akan menyusut hingga terancam punah. 

Baca juga: Main dan Lupa Jalan Pulang, Bocah 3 Tahun di Kebumen Bikin Repot Polisi. Begini Akhirnya

Baca juga: Ingin Tahu Penanganan atau Cara Daftar Vaksinasi Covid di Kebumen? Kunjungi Alamat Website Berikut

Baca juga: Pembunuh Gadis Kebumen di Semarang Tertangkap. Pelaku Masih 17 Tahun, Pegawai Tempat Pemotongan Ayam

Baca juga: Bupati Kebumen Siapkan Hadiah 10 Unit Mobil untuk Desa Inovatif, Ini Kriterianya

Karena itu, untuk menjaganya dari ancaman kepunahan, warga Jogosimo membangun tempat konservasi penyu di Perairan Kalibuntu. 

Seperti program konservasi itu, warga rutin melepas anakan penyu (tukik) ke laut. 

Seperti halnya pada Jumat (6/8/2021), warga melepas 500 penyu ke habitatnya di laut.

Bupati Kebumen, Arif Sugiyanto ikut bergabung dalam kegiatan konservasi itu. 

Binatang yang dilindungi ini baru berumur 2-3 minggu.

Hampir setiap bulan, tukik-tukik ini dilepaskan ke habitatnya oleh masyarakat atau pengelola konservasi.

"Ada 500 tukik yang sudah kami lepasliarkan," ujarnya kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (6/8/2021).

Wilayah konservasi penyu ini, kata dia, menjadi perhatian pemerintah dan akan terus dijaga keberlangsungannya untuk keseimbangan alam. 

Tempat konservasi ini pun bisa menjadi wisata edukasi bagi generasi ini tentang bagaimana menjaga alam secara baik.

Menurut Arif, tempat konservasi ini bisa menjadi laboratorium pembelajaran yang baik untuk masyarakat Kebumen.

Masyarakat akan tahu bagaimana cara hidup penyu, dari proses bertelur, menetas, kemudian dilepaskan lagi.

Hingga penyu ini migrasi ke lautan, lalu balik lagi ke tempat asalnya dan bertelur.

Meski sebagian wilayah ini akan dijadikan kawasan industri perikanan atau dengan konsep shrimp estate lumbung udang, Bupati memastikan seluruh lahan konservasi tidak akan terganggu. 

"Nanti bisa dipadukan, lahan konservasi ini tidak mungkin akan terganggu."

"Justru akan kami kembangkan dan padukan sehingga bisa lebih tertata serta lebih menarik," jelasnya. (*)

Baca juga: Berbekal Informasi Warga, Bea Cukai Kudus Gagalkan Pengiriman Rokok Ilegal Senilai Rp 150,9 Juta

Baca juga: Simulasikan Makan 30 Menit di Warung Lentog Tanjungkarang, Bupati Kudus: Makan Tak Perlu Ngobrol

Baca juga: Pembunuh Gadis Kebumen di Semarang Tertangkap. Pelaku Masih 17 Tahun, Pegawai Tempat Pemotongan Ayam

Baca juga: Warga Manfaatkan Pengisian Tabung Oksigen Gratis di Balai Kota Semarang, Tersedia 200 Tabung

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved