Berita Semarang

Pembunuh Gadis Kebumen di Semarang Tertangkap. Pelaku Masih 17 Tahun, Pegawai Tempat Pemotongan Ayam

Anggota Polrestabes Semarang menangkap GD (17), warga Tuksari, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung.

Penulis: iwan Arifianto | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/IWAN ARIFIANTO
Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar dalam konferensi pers kasus pembunuhan dengan pelaku GD (17), warga Tuksari,Kledung, Temanggung, Mapolrestabes Semarang, Jumat (6/8/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Anggota Polrestabes Semarang menangkap GD (17), warga Tuksari, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung. GD menjadi tersangka kasus pembunuhan Raras Kurnia Dewi (29), perempuan asal Kebumen, di kos mewah Jalan Jogja Nomor 26, Kota Semarang.

Hasil pemeriksaan, pelaku yang masih dibawah umur itu ternyata sudah dua kali melakukan upaya menghilangkan nyawa dua korban.

Selain di Kota Semarang, remaja bertangan dingin tersebut juga melakukan percobaan pembunuhan di Wonosobo.

Hanya saja, korban di Wonosobo selamat. Cara yang digunakan adalah membekap dan mencekik korban.

"Tersangka bekerja di tempat pemotongan ayam di Temanggung," terang Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar saat konferensi pers, Jumat (6/8/2021).

Baca juga: Bau Busuk Menusuk Hidung Selepas Pintu Dibuka, Wanita Asal Kebumen Tewas di Kamar Kos Semarang

Baca juga: Warga Manfaatkan Pengisian Tabung Oksigen Gratis di Balai Kota Semarang, Tersedia 200 Tabung

Baca juga: Truk Bermuatan Besi Kecelakaan di Jalan Pantura Tugu, Lalu Lintas Semarang-Kendal Macet

Baca juga: 1.558 Pelamar Gagal Seleksi Administrasi CPNS Pemkot Semarang, BKPP: Mayoritas Kurang Teliti

Irwan mengatakan, Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Semarang menangkap GD di Wonosobo, Kamis (5/8/2021) pukul 07.30 WIB.

"Selanjutnya, pelaku dan barang bukti di bawa ke Polrestabes Semarang guna penyelidikan lebih lanjut," ucapnya.

Irwan mengatakan, GD mengajak kencan korbannya lewat media sosial.

Kencan diakhiri tindak kekerasan yang menghilangkan nyawa korban. GD kemudian membawa kabur barang-baranga berharga milik korban.

Semisal di Kos mewah Semarang, tersangka mencekik korban dari belakang hingga meninggal dunia.

Setelah yakin korban meninggal, jasadnya ditelentangkan di tempat tidur. Wajah ditutup bantal untuk memberikan kesan bahwa korban meninggal dunia lantaran kehabisan napas.

Sebelum menghabisi korban di Kota Semarang, GD juga melakukan pembunuhan di Wonosobo, Kamis (1/7/2021).

"Hanya saja, korban di Wonosobo masih selamat. Di Wonosobo, di luar perkiraan tersangka karena korban masih hidup. Modusnya sama, ajak kencan melalui medsos dengan tujuan kuras properti milik korban," terangnya.

Baca juga: Berbekal Informasi Warga, Bea Cukai Kudus Gagalkan Pengiriman Rokok Ilegal Senilai Rp 150,9 Juta

Baca juga: Berawal dari Cek Cok, Terungkap Fakta Pria di Banyumas Setubuhi Anak 16 Tahun

Baca juga: Jumat Berkah, Bupati Tegal Umi Azizah Belanja di Pasar Trayeman, Ajak Masyarakat Beli Produk Lokal

Baca juga: Cemburu Istri Sering Digoda, Pemilik Konter HP di Tambakreja Cilacap Pukul Kenalan hingga Koma

Dari tangan tersangka, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu buah HP merk Oppo A53 warna hitam, satu unit sepeda motor Suzuki Nex bernomor polisi AB 6380 CH dan sejumlah pakaian.

Tersangka dikenai pasal berlapis, yakni Pasal 338 KUHPidana ancaman hukuman pidana penjara 15 tahun dan
Pasal 365 ayat (3) KUHPidana dengan pidana penjara 15 tahun.

Irwan pun meminta masyarakat lebih berhati-hati dan bijak bermedia sosial, terutama saat berkenalan dengan orang baru.

"Jangan sampai menjadi korban seperti dalam kasus ini," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved