Penanganan Corona

Warga Isolasi Mandiri Bakal Dijemput Tim Pemkot Semarang, Besok Selasa Wajib Dikarantina Terpusat

Rencananya, Pemkot Semarang akan mulai menjemput warga yang isolasi mandiri untuk dibawa ke karantina mulai Selasa (3/8/2021).

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/EKA YULIANTI FAJLIN
DOKUMENTASI - Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi memberikan keterangan pers mengenai PPKM Darurat di kantornya, Jumat (2/7/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menutup beberapa tempat isolasi terpusat.

Penutupan isolasi terpusat seiring menurunnya kasus Covid-19 di ibu kota Jawa Tengah itu.

Setidaknya, ada tiga tempat isolasi yang ditutup yaitu isolasi terpusat UIN Walisongo, Islamic Centre, dan Wonolopo Semarang.

Baca juga: Kehabisan Stok Vaksin Covid, Pemkab Semarang Minta Dinkes Provinsi Jateng segera Kirim Tambahan

Baca juga: Traffic Light Kota Semarang Bakal Dipasang Sprayer, Hendi: Biar Pengendara Merasakan Adem

Baca juga: Cerita Lain di Rumdin Walkot Semarang, ODGJ Jadi Pasien Covid-19 Hingga Istri Digoda Orang Lain

Baca juga: Tabung Oksigen Kosong RS di Semarang Mulai Terisi, KRI Dr Soeharso Isi Ulang 107 Tabung dalam 3 Hari

"Sebenarnya bisa ditutup (beberapa lainnya), tapi ada pemikiran bagaimana kalau yang isolasi di rumah-rumah itu kami angkutin (menempati tempat isolasi)," ujar Hendi, sapaannya kepada Tribunbanyumas.com, Senin (2/8/2021).

Hendi menyebut, kapasitas karantina terpusat yang dikelola Pemkot Semarang saat ini masih ada 600 tempat tidur.

Sedangkan warga yang melakukan isolasi mandiri sekira 300 orang.

Menurutnya, isolasi terpusat masih dapat menampung mereka.

Dia ingin mereka karantina di isolasi terpusat agar tenaga kesehatan (nakes) lebih mudah melakukan kontrol.

Di sisi lain, mereka tidak akan menularkan kepada warga lainnya.

Rencananya, Pemkot Semarang akan mulai menjemput warga yang isolasi mandiri untuk dibawa ke karantina mulai Selasa (3/8/2021).

"Kami paksa mereka ke isolasi terpusat."

"Tujuannya, supaya penanganan jauh lebih mudah."

"Pemberian obat dan kontrolnya tepat."

"Mereka tidak nulari yang lain," ujarnya.

Senada, Kepala DKK Semarang, Moh Abdul Hakam menambahkan, monitoring akan lebih mudah jika warga berada di isolasi terpusat.

Pihaknya akan menetukan warga yang isolasi terpusat untuk dibawa ke rumah sakit, tempat isolasi terpusat, atau tetap di rumah.

Hal itu menyesuaikan kondisi pasien.

Dengan demikian, diharapkan kasus kematian di Kota Semarang akan semakin turun apabila pasien tertangani secara baik.

Dia menyebutkan, saat ini angka kematian di Kota Semarang masih berada pada angka 6,2 persen.

Angka tersebut masih berada di atas rata-rata nasional.

"Ini rumah sakit, Puskesmas, Lurah, Camat ikut serta dalam menurunkan angka kematian," ucapnya. (*)

Disclaimer Tribun Banyumas

Bersama kita lawan virus corona.

Tribunbanyumas.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.

Ingat pesan ibu, 5M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, selalu Menjaga jarak, Menghindari kerumunan, mengurangi Mobilitas).

Baca juga: Empat Camat di Kabupaten Tegal Diperiksa Polisi, Berawal dari Foto Viral Tak Pakai Masker

Baca juga: Polres dan Kejari Pekalongan Turun Tangan, Dalami Kasus Harga Tabung Oksigen Tembus Rp 6,8 Juta

Baca juga: Pemkab Kendal Dapat 500 Vial Vaksin AstraZeneca, Tapi Digunakan Secara Terbatas Karena Ini

Baca juga: Silakan Ditawarkan, PSIS Cari Lahan Dua Hektare di Wilayah Semarang Atas, Junianto: Cocok Deal

Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved