Breaking News:

Berita Semarang Hari Ini

Traffic Light Kota Semarang Bakal Dipasang Sprayer, Hendi: Biar Pengendara Merasakan Adem

Inovasi sprayer di traffic light yang dilakukan Disperkim Kota Semarang untuk mempercantik taman dengan hiasan lampu pada malam hari.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/EKA YULIANTI FAJLIN
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menguji coba sprayer pendingin, di Balai Kota Semarang, Senin (2/8/2021). Sprayer tersebut rencananya akan ditempatkan di traffic light atau lampu lalu lintas. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menguji coba sprayer pendingin, di Balai Kota Semarang, Senin (2/8/2021).

Sprayer tersebut rencananya akan ditempatkan di traffic light atau lampu lalu lintas.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, inovasi yang dilakukan Disperkim Kota Semarang untuk mempercantik taman dengan hiasan lampu pada malam hari.

Namun uniknya, saat traffic light menyala merah, mesin tersebut akan menyala.

Ada air yang disemprotkan melalui pipa semprot (nozzle) agar pengendara merasa lebih sejuk.

Baca juga: Cerita Lain di Rumdin Walkot Semarang, ODGJ Jadi Pasien Covid-19 Hingga Istri Digoda Orang Lain

Baca juga: Tabung Oksigen Kosong RS di Semarang Mulai Terisi, KRI Dr Soeharso Isi Ulang 107 Tabung dalam 3 Hari

Baca juga: Kehabisan Stok Vaksin Covid, Pemkab Semarang Minta Dinkes Provinsi Jateng segera Kirim Tambahan

Baca juga: Selama PPKM, Produksi Sampah di Kota Semarang Turun 100 Ton Per Hari

"Ada air yang disemprotkan di nozzle."

"Ini bisa membuat pengendara lebih merasakan adem," ungkap Hendi, sapaan akrab Wali Kota Semarang itu kepada Tribunbanyumas.com, Senin (2/8/2021).

Hendi menyebutkan, sementara ini baru ada satu alat yang akan ditempatkan di traffic light Paragon Semarang.

Jika inovasi tersebut dinilai bagus, pihaknya akan menambah beberapa titik di Kota Semarang.

Kepala Disperkim Kota Semarang, Ali menambahkan, rencana ada beberapa titik, satu di antaranya di Kawasan Kota Lama Semarang.

Pihaknya telah menganggarkan sebesar Rp 200 juta untuk pengadaan alat tersebut.

Satu alat senilai Rp 35 juta.

Fungsi alat tersebut untuk menyejukkan Kota Semarang.

Alat tersebut akan menyala jika suhu udara di atas 28 derajat Celcius.

"Kami punya inovasi yang masyarakat bisa merasakan."

"Fungsi alat tersebut membuat adem Kota Semarang yang udaranya cukup panas," katanya. (*)

Baca juga: Program Gratis Isi Ulang Tabung Oksigen Dilanjut di Karanganyar, Dimana Setelah Colomadu?

Baca juga: Kronologi Gelombang Tinggi Hantam Warung dan Rusak Puluhan Motor di Pantai Suwuk Kebumen

Baca juga: Warga Cilacap Kini Lebih Mudah Mendaftar dan Memilih Lokasi Vaksinasi Covid, Cukup Klik Aplikasi Ini

Baca juga: Selamat! Aplikasi PSC 119 Banyumas Raih 45 Top Inovasi Pelayanan Publik Kemenpan-RB

Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved