Breaking News:

Berita Semarang

Selama PPKM, Produksi Sampah di Kota Semarang Turun 100 Ton Per Hari

Produksi sampah harian warga Kota Semarang, selama PPKM turun hingga 100 ton per hari.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/EKA YULIANTI FAJLIN
Sapi milik peternak Dukuh Bambankerep, Kelurahan Kedungpane, Kecamatan Mijen, dilepasliarkan di TPA Jatibarang, Kota Semarang. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Produksi sampah harian warga Kota Semarang, selama pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), turun cukup signifikan. Penurunan sampah rata-rata mencapai 100 ton per hari.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang, Sapto Adi Sugihartono mengatakan, pada kondisi normal, volume sampah di Kota Semarang mencapai 800-900 ton per hari.

Sejak Januari-Juni 2021, volume sampah rata-rata 750 ton per hari.

Sementara, selama PPKM, rata-rata sampah masuk TPA Jatibarang sebanyak 650 ton per hari.

"Jadi, penurunannya sekitar 100 ton per hari selama adanya PPKM," ucap Sapto, Minggu (1/8/2021).

Baca juga: Kali Pertama, LPPM Unika Soegijapranata Semarang Danai 16 Skim Penelitian dan Pengabdian

Baca juga: Layanan Vaksinasi Dihentikan Sementara di Tujuh Puskesmas, Pemkot Semarang: Stok Lagi Menipis

Baca juga: PMI Kota Semarang Diserbu Penyintas Covid, Ramai-ramai Donor Plasma Konvalesen

Baca juga: Pemotor Ini Minta Ganti Rugi Seusai Tertimpa Pohon Akasia, Pemkot Semarang: Maaf Tidak Bisa

Berkurangnya produksi sampah, lanjut dia, karena adanya penutupan toko, tempat wisata, dan hiburan selama PPKM.

Ditambah, saat PPKM darurat, sejumlah restoran dan warung makan hanya diperbolehkan melayani pesanan dibawa pulang atau take away. Produksi sampah pun menjadi bergeser ke rumah tangga.

Menurutnya, produksi sampah, saat ini, lebih banyak berasal dari lingkungan permukiman.

Dia mengimbau petugas pengangkut sampah di lingkungan masing-masing agar melakukan penjadwalan dengan pengangkut sampah kontainer.

Hal ini agar sampah dari rumah tangga tidak menumpuk terlalu lama.

Saat ini, pengangkutan sampah dari TPS ke TPA menggunakan truk kontainer, dilakukan pada malam hari.

Dia berharap, warga juga tetap mengurangi produksi sampah meski berada di rumah saja. Pilah sampah sebisa mungkin dapat dilakukan.

Baca juga: Ingin Barter Sepatu dengan Susu Formula Anak, Pria di Laweyan Solo Ini dapat Bantuan dari Polresta

Baca juga: Bupati Banyumas Ingin TPA BLE di Kalibagor Dilengkapi Wahana Wisata: Panorama Alamnya Indah

Baca juga: Dorong Penyintas Covid Berdonor Plasma Konvalesen, Pemkab Semarang Sediakan Titik Donor di Kecamatan

Baca juga: Pulang Karantina dari Technopark Sragen, Bocah Ini Diajak Ziarah. Orangtua Meninggal Akibat Covid-19

Limbah anorganik di antaranya kardus dan plastik, bisa disetorkan ke bank sampah.

Sedangkan, limbah organik dibuang ke TPS untuk dibawa ke TPA. Dengan demikian, volume sampah yang masuk ke TPA Jatibarang akan semakin berkurang.

"Kami harapkan warga bisa ikut bersama-sama mendukung program gerakan pilah sampah ataupun wegah nyampah," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved