Breaking News:

Teror Virus Corona

Pulang Karantina dari Technopark Sragen, Bocah Ini Diajak Ziarah. Orangtua Meninggal Akibat Covid-19

Rahmad Dian Agasta (11), bocah asal Kampung Sidomulyo, Sragen Wetan, Sragen, menjadi yatim piatu seusai kedua orangtuanya, tewas terpapar Covid-19.

Penulis: Mahfira Putri Maulani | Editor: rika irawati
Handout / US Food and Drug Administration / AFP
Ilustrasi virus corona (Covid-19). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SRAGEN – Rahmad Dian Agasta (11), bocah asal Kampung Sidomulyo, Sragen Wetan, Sragen, menjadi yatim piatu seusai kedua orangtuanya, tewas terpapar Corona Virus Disease (Covid-19).

Kedua orangtuanya saat itu tengah menjalani perawatan di rumah sakit.

Pada saat yang bersamaan, Rahmad menjalani karantina di Technopark Ganesha Sukowati Sragen, sendiri.

Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyampaikan, pihaknya telah meminta Dinas Sosial untuk mengecek kondisi dan keberadaan Rahmad.

"Saya minta Dinas Sosial mengecek kondisi, juga sekolah bagaimana, dan sebagainya. Sekolah nanti dibiayai dari UPTPK sampai SMA," kata Yuni.

"Karena sekarang diurus kakaknya, nanti kami bantu-bantu saja termasuk pendidikan," imbuhnya.

Baca juga: Kades Jenar Sragen Berulah Lagi: Ngamuk di Acara Hajatan yang Dibubarkan Satgas, Berakhir Minta Maaf

Baca juga: Minat Donor Plasma Konvalesen di Sragen Rendah, PMI: Kadang, Warga Masih Trauma Jalani Perawatan

Baca juga: Hanya Dua Hari, Bocah di Sukoharjo Ini Jadi Yatim Piatu setelah Orangtua Terpapar Covid

Baca juga: Memprihatinkan. Bocah Tiga Tahun asal Bongkok Tegal Ini Alami Gangguan Kulit, Gatal hingga Melepuh

Yuni melanjutkan, pihaknya tidak akan mengintervensi anak tersebut terlebih dahulu karena masih dibawah umur.

Pihaknya memilih lebih dulu menunggu kondisi Rahmad agar lebih tenang. Dengan begitu, keluarga juga bisa menentukan langkah lanjutan sehingga pemerintah tinggal membantu.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Yuniarti menambahkan, ketika melakukan kunjungan ke rumah kakak Rahmad, Rahmad terlihat syok.

Rahmad bahkan enggan ditemui siapapun. Meski telah menerima kabar kematian orangtua tetapi Rahmad masih berharap, orangtuanya segera pulang.

"Rahmad ini menjalani isolasi di Technopark itu dia sendirian. Ketika keluar Technopark, diajak berziarah oleh kakaknya ke makam orangtuanya, dia paham," kata Yuniarti.

"Tapi, tampak masih syok. Dipikirannya, bapak ibunya akan pulang. Ketika kami berkunjung ke rumah kakaknya, anaknya tidak mau kami temui," lanjutnya.

Baca juga: Polisi Purbalingga Ditangkap terkait Narkoba, BNNP Jateng: Masih Dalam Pengembangan

Baca juga: Dua Hari Pencarian, Korban Tenggelam di Sungai Serayu Cilacap Ditemukan dalam Kondisi Tewas

Baca juga: Sempat Putus Kuliah dan Ingin Lanjutkan S1 atau S2? Manfaatkan Bantuan Pemerintah Lewat RPL

Baca juga: Warga Cilacap Kini Lebih Mudah Mendaftar dan Memilih Lokasi Vaksinasi Covid, Cukup Klik Aplikasi Ini

Yuniarti mengatakan, pihaknya hanya bisa bertemu sang kakak. Saat ini, Rahmad bersama kakaknya yang telah berkeluarga, tinggal di Bulaksari, Sragen.

Pihaknya berniat mengunjungi kembali Rahmad ketika kondisinya sudah tenang dan sudah bisa diajak berbicara. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved