Breaking News:

Berita Pekalongan

Polres dan Kejari Pekalongan Turun Tangan, Dalami Kasus Harga Tabung Oksigen Tembus Rp 6,8 Juta

Satreskrim Polres Pekalongan memeriksa sejumlah saksi terkait harga tabung oksigen ukuran 1 meter kubik Rp 6,8 juta di apotek di wilayah tersebut.

Editor: rika irawati
TRIBUN BANYUMAS/FAJAR BAHRUDDIN ACHMAD
ILUSTRASI. Pekerja sedang mempersiapkan tabung oksigen yang akan didistribusikan ke rumah sakit di Kota Tegal, Rabu (23/6/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KAJEN - Satreskrim Polres Pekalongan memeriksa sejumlah saksi terkait harga tabung oksigen ukuran 1 meter kubik Rp 6,8 juta di apotek di wilayah tersebut.

Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui kemungkinan adanya markup harga untuk mencari keuntungan di tengah pandemi Covid-19.

"Saat ini, kami masih melakukan pemeriksaan para saksi-saksi terkait kasus tersebut," kata Kasat Reskrim Polres Pekalongan AKP Subroto saat dihubungi, Rabu (28/7/2021).

Baca juga: Harga Tabung Oksigen di Pekalongan Tembus Rp 6,8 Juta, Apotek Klaim Harga Mahal dari Distributor

Baca juga: Berbekal Informasi dari Youtube, Warga Pekalongan Ini Sukses Budidayakan Lobster di Garasi Rumah

Baca juga: Vaksinasi Covid untuk Pelajar dan Santri di Kabupaten Pekalongan Dimulai, Sasar 93.058 Anak

Baca juga: Pemkab Pekalongan Buka Lowongan untuk 99 Relawan Kesehatan setelah 205 Nakes Positif Covid

Subroto mengatakan, beberapa pihak yang dimintai keterangan di antaranya dari Disperindagkop-UKM dan Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan.

"Perkembangan selanjutnya, nanti kami laporkan, Mas," imbuhnya.

Tak hanya kepolisian, kasus mahalnya tabung oksigen di Pekalongan juga menarik perhatian Kejaksaan Negeri Kabupaten Pekalongan.

Tim Adhyaksa itu akan mengumpulkan data dan mengecek lokasi mengenai adanya apotek yang menjual tabung oksigen seharga Rp 6,8 juta.

"Terkait informasi tersebut, atas perintah pimpinan, untuk mengecek lokasi penjualnya," ungkap Kasi Intel Kejaksaan Negeri Kajen Adi Chandra

Kemudian, pihaknya juga akan mencari data-data ke dinas terkait.

"Ini saya bersama tim masih mengumpulkan data-data. Perkembangan selanjutnya, saya kabari lagi, Mas," imbuhnya. (Indra Dwi Purnomo)

Baca juga: KRI Dr Soeharso Bersandar di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Siap Isi Oksigen Rumah Sakit

Baca juga: Harus Akui Keunggulan China, Langkah Praveen/Melati Terhenti di Perempat Final Olimpiade Tokyo

Baca juga: Tempat Penggilingan Padi di Kaligondang Purbalingga Ludes Terbakar, Api Diduga dari Cerobong Mesin

Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Pagi Ini, Rabu 28 Juli 2021: Rp 973.000 Per Gram

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved