Berita Pekalongan

Berbekal Informasi dari Youtube, Warga Pekalongan Ini Sukses Budidayakan Lobster di Garasi Rumah

Pandemi Covid-19 mendorong warga Desa Purwodadi, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, kreatif mencari sumber penghasilan baru.

Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/INDRA DWI PURNOMO
Budi Firmansyah (28), warga Desa Purwodadi, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, mengecek kondisi bibit lobster di kolam buatan di garasi rumahnya, Selasa (20/7/2021). Pandemi Covid-19 membuat dia banting setir dari penjual sembako menjadi pengembang benih lobster. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KAJEN - Pandemi Covid-19 mendorong warga Desa Purwodadi, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, kreatif mencari sumber penghasilan baru. Terutama, bagi mereka yang mengalami keterpurukan usaha maupun pekerjaan.

Seperti halnya Budi Firmansyah (28), warga Purwodadi, Sragi.

Setelah usahanya di Jakarta gulung tikar, Budi memilih pulang kampung dan tetap berdaya.

Dia memanfaatkan garasi rumah sebagai tempat budidaya lobster air tawar.

"Awal mulai pandemi Covid-19, saya bekerja di Jakarta, dagang sembako. Dagangan sepi dan kontrakan mau habis, saya memilih pulang kampung untuk usaha yang lain," kata Budi saat ditemui di rumahnya, Selasa (20/7/2021).

Baca juga: Vaksinasi Covid untuk Pelajar dan Santri di Kabupaten Pekalongan Dimulai, Sasar 93.058 Anak

Baca juga: Kepala Puskesmas Bojong 1 Pekalongan Tutup Usia, Terkonfirmasi Positif Covid

Baca juga: Pemkab Pekalongan Buka Lowongan untuk 99 Relawan Kesehatan setelah 205 Nakes Positif Covid

Baca juga: Pembeli di Kafe di Pekalongan Dibubarkan, Makan di Tempat hingga Lebih dari Pukul 20.00 WIB

Budi sebenarnya tak tahu seluk beluk budidaya lobster jenis red claw.

Namun, dia mau belajar. Berbekal informasi dari sejumlah channel di Youtube, dia mulai memahami cara mengembangbiakkan lobster air tawar tersebut.

"Saya belajar budidaya lobster ini melalui Youtube. Setelah itu, membuat kolam sederhana memanfaatkan salah satu ruangan yang tidak terpakai. Kolam itu berukuran 2x3 meter, dibuat menggunakan terpal dan rangka besi," ungkapnya.

Budi mengatakan, awal budidaya, dirinya membeli indukan lobster sebanyak 30 ekor.

Saat ini, dia memiliki hampir tiga ribu ekor lobster air tawar.

"Dari satu kolam, sekarang sudah menjadi 12 kolam. Saat ini, saya sudah menjual bibit lobster namun masih skala sedikit. Bibit lobster ukuran 5-10 cm," ucapnya.

Di saat PPKM darurat ini, Budi tak kesulitan memasarkan lobster air tawar miliknya. Pasalnya, penjualan dilakukan secara daring.

"Investasi awal saya hanya Rp 1 juta, buat kolam dan (membeli) indukan. Alhamdulillah, sekarang menjual bibit umur 3 bulan dengan harga Rp 2.500 per ekor. Kalau orang ke sini untuk beli bibit, biasanya ambil 20-30 ekor," katanya.

"Sedangkan kalau indukan, per 100 ekor, harganya Rp 150 ribu," jelasnya.

Baca juga: PPKM Darurat Diperpanjang hingga 25 Juli, Begini Penjelasan Pemerintah

Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Pagi Ini, Rabu 21 Juli 2021: Rp 983.000 Per Gram

Baca juga: Cuaca Purbalingga Hari Ini, Rabu 21 Juli 2021: Siang hingga Malam Diperkirakan Berawan

Baca juga: Cuaca Purwokerto Hari Ini, Rabu 21 Juli 2021: Diperkirakan Berawan Sepanjang Hari

Baru satu tahun terjun di dunia lobster, Budi telah memiliki pelanggan tetap, dari Jawa Tengah hingga Jakarta.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved