Breaking News:

Berita Banjarnegara

Dalam 2,5 Bulan, Embun Es Lima Kali Selimuti Dieng Banjarnegara

Dataran Tinggi Dieng kembali diterpa suhu beku. Kondisi cuaca ekstrem itu melahirkan fenomena embun es atau bun upas.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: rika irawati

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Dataran Tinggi Dieng kembali diterpa suhu beku. Kondisi cuaca ekstrem itu melahirkan fenomena embun es atau bun upas.

Pagi ini, dengan suhu 0 derajat celcius, komplek Candi Arjuna diselimuti embun es.

Lapangan rumput di komplek candi tertutup es hingga tampak seperti hamparan salju yang memutih.

"Terjadi bun upas tapi tipis," kata Kepala UPTD Objek Wisata Dieng Dinas Pariwisata Kabupaten Banjarnegara Sri Utami, Jumat (30/7/2021).

Baca juga: Kreasi Terbaru RSI Banjarnegara, Bikin Masker Buat Pasien yang Sesak Napas, Begini Penampakannya

Baca juga: Penegasan Bupati Banjarnegara: Masa Pandemi Rakyat Tidak Boleh Lapar!

Baca juga: Cerita Sedih Heni Purwono, Penyintas Covid-19 di Banjarnegara, Pernah Gagal Selamatkan Pasien

Baca juga: Polisi dan Apoteker Banjarnegara Teken Komitmen, Pastikan Harga Obat untuk Covid Tak Melebihi HET

Sayang, pemandangan embun es yang menggoda itu, lagi-lagi tak bisa dinikmati wisatawan.

Pasalnya, objek wisata Dieng, khususnya komplek Candi Arjuna yang menjadi langganan kemunculan embun es, masih tertutup untuk umum.

Saat terjadi fenomena embun es, petugas wisata stand by lebih pagi di komplek Candi Arjuna untuk memastikan wisatawan atau masyarakat tidak masuk ke objek wisata.

Bagaimanapun, pihaknya harus memastikan seluruh pintu objek wisata ditutup untuk mendukung pelaksanaan PPKM Darurat.

Sri mengatakan, fenomena embun es pagi ini merupakan yang kelima sejak kemunculan pertama tahun ini, pada 10 Mei 2021 lalu.

Saat itu, wilayah Kabupaten Banjarnegara dan sekitarnya, masih dilanda curah hujan cukup tinggi.

Setelah itu, embun es cukup lama tidak terjadi. Bahkan, pada bulan Juni, setelahnya, fenomena alam itu tidak muncul sama sekali.

Baca juga: Begini Cara Pengrajin Tahu di Desa Blorok Kendal Bertahan di Tengah Kenaikan Harga Kedelai dan Wabah

Baca juga: Warga Jatilawang Banyumas Senang, Pembangunan Jembatan Gantung Kalitajum Mulai Dikerjakan

Baca juga: Modus Memacari Korban, Pengemudi Taksi Online di Kota Tegal Kuras Tabungan Janda Muda

Baca juga: Cerita Pelaku Wisata Purwokerto: Banting Setir Jadi Pedagang Es Degan demi Bertahan saat Pandemi

Fenomena bun upas terjadi lagi di awal Juli 2021, yakni pada tanggal 7 Juli 2021, tanggal 15 dan 16 Juli 2021.

Kemudian, Jumat (30/7/2021), yang masih dalam masa perpanjangan PPKM.

Sayang, lima kali kemunculan bun upas itu tak bisa dinikmati wisatawan karena ada pembatasan mengunjungi objek wisata di masa pandemi. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved