Teror Virus Corona
Hanya Dua Hari, Bocah di Sukoharjo Ini Jadi Yatim Piatu setelah Orangtua Terpapar Covid
Dalam dua hari, Al Ghifari Putra Setiawan (8), warga Kecamatan Sukoharjo Kota, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, menjadi yatim piatu.
TRIBUNBANYUMAS.COM, SUKOHARJO - Dalam dua hari, Al Ghifari Putra Setiawan (8), warga Kecamatan Sukoharjo Kota, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, menjadi yatim piatu. Orangtuanya meninggal saat menjalani perawatan akibat Covid-19.
Ibu Ghifari, Haryati (37), meninggal pada Rabu (21/7/2021). Sementara ayah Ghifari, Deni Budi Setyawan (43), meninggal Jumat (23/7/2021).
Ghifari kini tinggal dengan bibinya, Eni Sulistiyowati, yang merupakan kakak kandung Deni Budi Setyawan.
Eni menceritakan, cerita pilu Ghifari bermula saat sang ibu mengalami gejala batuk dan pilek.
Baca juga: Belum Dapat Solusi. Rumah Sakit di Sukoharjo Krisis Oksigen, Stok Hanya Cukup untuk Beberapa Jam
Baca juga: Ganjar Apresiasi Lockdown RT Ngadipuro Sukoharjo, Kades Gerak Cepat Antisipasi Luasan Penularan
Baca juga: Bikin Merinding Warga, Air Berwarna Merah Pekat Keluar dari Tanah Kosong di Tawangsari Sukoharjo
Lalu, keluarga meminta Haryati pergi ke dokter untuk memeriksakan diri.
"Saya tanyain, sudah mendingan. Sudah diperiksakan ke dokter umum juga, dapat obat," kata Eni saat dihubungi Kompas.com, Rabu (28/7/2021).
Namun, bukannya sembuh, lanjut Eni, kondisi ibu Ghifari justru memburuk.
Batuk kering yang dialami Haryati semakin menjadi dan tubuh Haryati juga lemas.
Haryati lalu dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan pada Minggu (18/7/2021).
Setelah beberapa hari menjalani perawatan di rumah sakit, nyawa Haryati tidak tertolong. Haryati meninggal dunia pada Rabu (21/7/2011).
Tak berselang lama, suami Haryati meninggal dunia pada Jumat (23/7/2021) karena terpapar Covid-19.
Diangkat Anak Kapolres
Cerita tentang Ghifari yang kini sebatang kara menggugah hati Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setiawan.
Wahyu kemudian mengangkat Ghifari sebagai anak asuh.
"Sebagai rasa tanggungjawab dan kepedulian, kami memutuskan membantu Ghifari dan keluarganya yang sedang mengalami cobaan sangat berat. Karena itu diputuskan untuk diangkat sebagai anak asuh," kata Wahyu.
Baca juga: Alami Rem Blong, Truk Bermuatan Tebu Terjun Bebas di Turunan Silayur Ngaliyan Kota Semarang
Baca juga: Polisi dan Apoteker Banjarnegara Teken Komitmen, Pastikan Harga Obat untuk Covid Tak Melebihi HET
Baca juga: Barawal Tetangga Kena Covid, Warga Tegalasri Karanganyar Bentuk Paguyuban Donor Plasma Konvalesen
Baca juga: 24 Warga Binaan Rutan Salatiga Gagal Terima Vaksin Covid Gara-gara Tak Miliki NIK