Berita Jawa Tengah
Yuliyanto Ajak ASN Pemkot Salatiga Beli Produk UMKM, Berikut Alasannya
Yuliyanto mengatakan, ajakan gerakan membeli produk UMKM tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Walikota Salatiga Nomor 500/629/102.1 Tahun 2021.
Penulis: M Nafiul Haris | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, SALATIGA - Wali Kota Salatiga Yuliyanto mengajak para aparatur sipil negara (ASN) di Lingkungan Pemkot Salatiga untuk membeli produk UMKM selama penerapan PPKM Level 4.
Yuliyanto mengatakan, ajakan gerakan membeli produk UMKM tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Walikota Salatiga Nomor 500/629/102.1 Tahun 2021.
"Gerakan ini bertujuan untuk membantu masyarakat khususnya pelaku UMKM di Kota Salatiga yang terdampak adanya PPKM Level 4."
"Sehingga penjualan mereka menjadi lebih sepi," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (27/7/2021).
Baca juga: 18.936 Keluarga di Salatiga Mulai Terima Bantuan Beras dari Kemensos, Masing-masing Terima 10 Kg
Baca juga: Hendak Mengadu ke DPRD Jateng, Konvoi Bus Pengusaha PO asal Salatiga Diputar Balik di JLS
Baca juga: Wali Kota Salatiga Ajak ASN Penyintas Covid Berdonor Plasma Konvalesen: Ini Kesempatan Bantu Pasien
Baca juga: Kapolres Salatiga: Pedagang yang Patuh Dihadiahi Paket Sembako
Menurutnya, gerakan membeli produk UMKM itu sekaligus untuk menyukseskan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI).
Ia menambahkan, dalam SE yang diterbitkan organisasi perangkat daerah (OPD) khususnya Dinas Koperasi dan UMKM Kota Salatiga agar membantu promosi produk-produk UMKM setiap Jumat dengan memposting ke seluruh media sosial.
"Selain UMKM juga ajakan ini menyasar pelaku usaha coffee shop di Salatiga agar setiap hari membeli mulai 26 Juli sampai 2 Agustus 2021," katanya.
Dia mengungkapkan, Kota Salatiga memiliki sebanyak 6.000 UMKM.
Baik itu di bidang kuliner, kerajinan, fashion, maupun lainnya.
Bahkan lanjutnya, kuliner Sambal Tumpang yang sudah lama ada sedang diajukan ke Unesco kategori gastronomi.
Pihaknya menegaskan, ajakan membeli produk UMKM itu tidak mewajibkan tetapi alangkah lebih baik daripada membeli dari warga luar lebih baik asal kota sendiri.
"Ya nglarisi lah gitu kira-kira, biar mereka para pelaku UMKM tetap bisa bertahan di tengah situasi pandemi ini."
"Itu (ajakan) juga berlaku luas untuk masyarakat umum apalagi ini PPKM lebih longgar," ujarnya. (*)
Disclaimer Tribun Banyumas
Bersama kita lawan virus corona.
Tribunbanyumas.com mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.
Ingat pesan ibu, 5M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, selalu Menjaga jarak, Menghindari kerumunan, mengurangi Mobilitas).
Baca juga: 142.352 Keluarga di Banyumas Dapat Bantuan Beras dari Kemensos, Penyaluran Mulai 26 Juli
Baca juga: Rembug Desa Bareng Gubernur Ganjar Pranowo, Begini Aduan dan Usulan Kades di Banyumas
Baca juga: Manfaatkan Teknologi Kincir, Cara Warga Kutayasa Banjarnegara Lepaskan Bencana Kekeringan
Baca juga: Keren Nih, Lukisan Rahma Gadis Difabel Banjarnegara Mejeng di Pameran Jogja Disabilitas Art