PPKM Darurat Jateng
Kapolres Salatiga: Pedagang yang Patuh Dihadiahi Paket Sembako
Masyarakat Kota Salatiga dinilai sangat mematuhi ajakan maupun anjuran pemerintah untuk bersama-sama menekan penyebaran virus corona (Covid-19).
Penulis: M Nafiul Haris | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, SALATIGA - Menjelang berakhirnya masa penerapan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat atau diperpanjang menjadi PPKM Level 4 sejumlah pedagang yang mematuhi aturan diberikan bantuan sembako Polres Salatiga.
Kapolres Salatiga, AKBP Rahmad Hidayat mengatakan, aturan PPKM Darurat maupun Level 4 mewajibkan pedagang kali lima (PKL) dan lainnya untuk menutup operasional secara mandiri maksimal pukul 21.00.
"Total kami menyediakan 200 paket sembako untuk dibagikan kepada masyarakat."
"Tetapi jika faktanya ke depan kurang akan kami sesuaikan," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Sabtu (24/7/2021).
Baca juga: Exit Tol Ditutup, Jalan Arteri Salatiga Dipadati Truk dan Angkutan Barang
Baca juga: Wali Kota Salatiga Ajak ASN Penyintas Covid Berdonor Plasma Konvalesen: Ini Kesempatan Bantu Pasien
Baca juga: Dicurhati Belum Ada Pembeli, Kapolres Salatiga Borong Makanan di Angkringan saat Operasi Jam Malam
Baca juga: Bansos Makin Diperketat di Kota Salatiga, Yuliyanto: Biar Tidak Cepat Habis
Menurut AKBP Rahmad, selama penerapan PPKM Darurat masyarakat Kota Salatiga dinilai sangat mematuhi ajakan maupun anjuran pemerintah untuk bersama-sama menekan penyebaran virus corona (Covid-19).
Dia menambahkan, mobilitas masyarakat baik siang atau malam hari juga cenderung menurun dan lebih banyak aktivitas di rumah karena lampu jalan dimatikan.
"Sementara arus lalu lintas dampak penutupan jalan tol di jalan arteri Kota Salatiga meningkat hingga 30 persen selama PPKM Level IV," katanya.
Kapolres Salatiga menyatakan, peningkatan tersebut didominasi truk dan angkutan barang.
Karena tidak masuk kategori kritikal dan esensial kendaraan diarahkan melewati jalan umum.
Pihaknya mengungkapkan, kebanyakan kendaraan yang melintas dari Jakarta menuju Jawa Timur dan sebaliknya.
Petugas lanjutnya, terus melakukan penyekatan pada jalur masuk Kota Salatiga.
"Alhamdulillah dari hasil evaluasi penyekatan dan program lain mobilitas masyarakat Salatiga paling rendah di Jawa-Bali."
"Ini merupakan tantangan sekaligus motivasi untuk menurunkan kasus Covid-19," ujarnya. (*)
Disclaimer Tribun Banyumas
Bersama kita lawan virus corona.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/sembako-polres-salatiga.jpg)