Breaking News:

Berita Salatiga

18.936 Keluarga di Salatiga Mulai Terima Bantuan Beras dari Kemensos, Masing-masing Terima 10 Kg

Sebanyak 18.936 keluarga di Kota Salatiga mendapat bantuan sosial beras dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI.

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/M NAFIUL HARIS
Wali Kota Salatiga Yuliyanto simbolis menyerahkan bantuan beras kepada KPM-PKH di Rumah Dinas Walikota, Selasa (27/7/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SALATIGA - Sebanyak 18.936 keluarga di Kota Salatiga mendapat bantuan sosial beras dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI.

Wali Kota Salatiga Yuliyanto mengatakan, para penerima bantuan sosial beras adalah kelompok masyarakat yang masuk kategori kurang mampu atau Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

"Mereka ini masuk penerima program Bantuan Sosial Tunai (BST) dan Program Keluarga Harapan (PKH) di Kota Salatiga. Masing-masing warga mendapat 10 kilogram beras berkualitas medium," terangnya di Rumah Dinas Walikota Salatiga, Selasa (27/7/2021).

Baca juga: Hendak Mengadu ke DPRD Jateng, Konvoi Bus Pengusaha PO asal Salatiga Diputar Balik di JLS

Baca juga: Kapolres Salatiga: Pedagang yang Patuh Dihadiahi Paket Sembako

Baca juga: Exit Tol Ditutup, Jalan Arteri Salatiga Dipadati Truk dan Angkutan Barang

Baca juga: Wali Kota Salatiga Ajak ASN Penyintas Covid Berdonor Plasma Konvalesen: Ini Kesempatan Bantu Pasien

Menurutnya, Kota Salatiga mendapat kuota bantuan sosial beras sebanyak 189 ton. Bantuan itu selanjutnya disalurkan ke KPM PKH sejumlah 3.710 orang penerima dan KPM BST total 15.226 orang.

Yuliyanto berharap, bantuan tersebut dapat meringankan beban masyarakat akibat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat atau Level 4.

"Setelah ini, sisanya akan langsung didroping ke kecamatan dan kelurahan masing-masing. Saya minta, bantuan ini harus tepat sasaran dan menjangkau masyarakat yang memang membutuhkan," katanya.

Seorang penerima bantuan, Jumirah (35), mengaku senang dan sangat berterima kasih. Bantuan itu cukup meringankan bebannya ditengah situasi pandemi Covid-19.

Jumirah menyatakan, sehari-sehari, dia mendapat penghasilan dari warung kelontong yang dibuka.

Tetapi, adanya penerapan PPKM Darurat atau Level 4 membuat pembeli di warungnya menurun.

"Kalau pagi, saya menyediakan sayur mayur, tapi ya sama sepi. Apalagi, pasar sering tutup kan orang belanja dua hari sekali untuk distok langsung ke pasar yang lebih murah," ujarnya. (*)

Baca juga: Pegawai di Sektor Jasa Keuangan di Banyumas Mulai Mendapat Vaksin Covid, Sasar 2.591 Orang

Baca juga: Warga Minta Segera Divaksin Dosis Dua, RSI Sunan Kudus: Stok Terbatas Jadi Penyuntikan Molor

Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Pagi Ini, Selasa 27 Juli 2021: Rp 975.000 Per Gram

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved