Berita Banjarnegara Hari Ini

Manfaatkan Teknologi Kincir, Cara Warga Kutayasa Banjarnegara Lepaskan Bencana Kekeringan

Menggunakan teknologi kincir, air bersih mampu dialirkan ke rumah-rumah warga yang letaknya jauh di atas sungai, hingga sejauh 800 meter.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/KHOIRUL MUZAKKI
Warga menunjukkan kincir untuk mengangkat air bersih ke rumah-rumah warga di Desa Kutayasa, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara, Selasa (27/7/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Musim kemarau mulanya jadi momok bagi masyarakat di Desa Kutayasa, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara

Saat itu sumur atau sumber mata air warga mengering. 

Warga kesulitan mengakses air bersih yang menjadi kebutuhan vital rumah tangga.

Warga sampai berburu sumber mata air ke sungai. 

Bagi warga mampu secara ekonomi, kekeringan tak begitu jadi soal.

Mereka bisa menyedot air dari sumber mata air yang jauh dengan instalasi mahal.

Tetapi bagi warga miskin, mereka harus meminta air ke tetangga, atau berburu langsung ke sungai. 

Baca juga: Awas! Gadget Bisa Bikin Balita Terlambat Bicara. Ini Saran Dokter Rehab Medik RSI Banjarnegara

Baca juga: Alhamdulillah Masih Nihil Permintaan Air Bersih di Banjarnegara

Baca juga: Keren Nih, Lukisan Rahma Gadis Difabel Banjarnegara Mejeng di Pameran Jogja Disabilitas Art

Baca juga: Nasib ASN Kepergok Berduaan di Kamar Kos Belum Ditentukan, Satpol PP Banjarnegara: Masih Pemeriksaan

Tetapi beberapa tahun terakhir, kehadiran pompa bertenaga air dengan teknologi kincir mampu menjawab persoalan warga. 

Sebuah kincir air berbahan besi dipasang di bawah bendungan sungai Desa Kutayasa.

Air yang mengalir deras dari mulut pipa terus menghantam sudut sehingga kincir itu berputar. 

Menggunakan tali karet yang terhubung, perputaran kincir itu mampu menggerakkan mesin pompa.

Alat itu pun otomatis mampu menyedot air bersih dari sumber mata air ke permukiman warga. 

Menariknya, dengan teknologi itu, air bersih mampu dialirkan ke rumah-rumah warga yang letaknya jauh di atas sungai, hingga sejauh 800 meter. 

"Dapat bantuan anggaran dari pemerintah."

"Terus kami buat kincir di tukang las," kata Trimo Suroso, Kaur Umum Desa Kutayasa itu kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (27/7/2021). 

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved