Berita Kesehatan
Stok Darah Makin Menipis di Kendal, PMI Jemput Bola ke Kecamatan, Tapi Masih Belum Optimal
Menipisnya stok darah di PMI diakibatkan banyak kegiatan donor darah yang dibatalkan karena larangan mengumpulkan massa selama PPKM berlangsung.
Penulis: Saiful Masum | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - Stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kendal menipis dalam sepekan terakhir ini.
Khususnya saat dilakukan PPKM Darurat dan Level 4.
Ketua PMI Kabupaten Kendal, dr Budi Mulyono mengatakan, stok darah PMI sempat menyentuh angka 78 kantong dari semua golongan.
Bahkan, beberapa jenis, seperti golongan AB dan O tak lebih dari 5 kantong.
Baca juga: Stok Habis, Vaksinasi Dosis Dua untuk Masyarakat Umum di Kendal Terancam Tak Tepat Waktu
Baca juga: PPKM Darurat Diperpanjang, Bupati Kendal: Tolong Jangan Lengah Terapkan Protokol Kesehatan
Baca juga: KMP Kalibodri Kembali Berlayar, Dari Kendal Angkut 14 Penumpang Menuju Kumai
Baca juga: Pemkab Kendal Siapkan Bantuan Rp 5 Miliar untuk Warga Terdampak PPKM Darurat
Kata Budi, menipisnya stok darah saat ini diakibatkan banyak kegiatan donor darah yang dibatalkan karena larangan mengumpulkan massa selama PPKM berlangsung.
Petugas tidak bisa mendatangi langsung ke tempat-tempat yang menggelar aksi donor darah.
Selain itu, lonjakan kasus Covid-19 juga menjadi satu penyebab minimnya pendonor yang bersedia menyumbangkan darahnya.
Calon pendonor harus dinyatakan bebas dari Covid-19 dengan dibuktikan hasil tes PCR.
Sementara warga yang sudah melakukan vaksinasi Covid-19 baru bisa mendonorkan darahnya setelah dua pekan penyuntikan dosis 2.
Untuk menjaga animo masyarakat agar stok darah tetap terjaga, petugas pun mulai jemput bola dengan penerapan protokol kesehatan ketat.
Hanya saja, petugas tidak bisa mengambil darah para pendonor yang tidak bisa memenuhi syarat yang berlaku.
"Beberapa hari terakhir, stok darah golong B, AB, dan O yang paling tipis."
"AB hanya 4 kantong, O 5 kantong, dan B 10 kantong."
"Kalau golongan A masih cukup banyak," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Senin (26/7/2021).
Pihaknya terus berupaya untuk menjaga stok darah agar tetap tersedia di PMI Kabupaten Kendal.