Berita Kendal
Pemkab Kendal Siapkan Bantuan Rp 5 Miliar untuk Warga Terdampak PPKM Darurat
Pemerintah Kabupaten Kendal menyiapkan dana Rp 5 miliar dari APBD untuk bantuan bagi warga terdampak PPKM darurat.
Penulis: Saiful Masum | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - Pemerintah Kabupaten Kendal menyiapkan dana Rp 5 miliar dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) untuk bantuan bagi masyarakat yang terdampak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang diperpanjang.
Hal itu disampaikan Bupati Kendal Dico M Ganinduto, Saud meninjau vaksinasi di Stadion Kendal, Jumat (23/7/2021).
Dico mengatakan, saat ini, Dinas Sosial masih melakukan pendataan warga yang berhak menerima bantuan.
Rencananya, bantuan akan diberikan dalam bentuk sembako dan bantuan tunai. kepada warga yang benar-benar terdampak selama pandemi Covid-19 berlangsung.
Baca juga: KMP Kalibodri Kembali Berlayar, Dari Kendal Angkut 14 Penumpang Menuju Kumai
Baca juga: Petugas Temukan Cacing Hati Sapi di Kendal, Ahmad Septian: Sudah Dikubur Karena Tak Layak Konsumsi
Baca juga: PPKM Darurat Diperpanjang, Bupati Kendal: Tolong Jangan Lengah Terapkan Protokol Kesehatan
Baca juga: Doa Wakil Bupati Kendal: Semoga Tak Muncul Klaster Baru Pasca Iduladha
Jumlah itu rencananya akan dipadukan dengan bantuan sosial lainnya yang diberikan pemerintah pusat.
"Kami lagi proses, kita juga masih menunggu dari pusat sekaligus memastikan agar tepat sasaran. Jadi lagi diproses di Dinas sosial. Di Kendal, kalau tidak salah totalnya Rp 5 miliar," terangnya.
Di lain sisi, Dico mengatakan, adanya perpanjangan PPKM level 4 ini tidak mengubah aturan yang ada hingga 25 Juli nanti.
Ia berharap, masyarakat bisa bahu membahu bersama pemerintah untuk menekan terus laju pertumbuhan Covid-19 di Kabupaten Kendal.
Dengan harapan, tak ada lagi perpanjangan Covid-19 setelah PPKM level 4 selesai.
"Evaluasi PPKM kemarin, angka kasus Covid-19 di Kendal sudah menurun, BOR juga sudah turun di bawah 70 persen. Mobilitas masyarakat juga menurun, prokes tetap terjaga, dan kita harapkan tak ada lagi perpanjangan PPKM agar ekonomi masyarakat kembali baik," tuturnya.
Di lain sisi, paguyuban ternak unggas petelur Kendal memberikan bantuan 7.350 butir telur kepada tenaga kesehatan di puskesmas dan rumah sakit yang ada.
Bantuan diberikan dalam dua tahap, lewat bupati, untuk diteruskan ke Dinas Kesehatan.
Baca juga: Bantuan Sosial Tunai Kota Semarang Mulai Disalurkan, Penerima Wajib Vaksin Covid sebelum Pencairan
Baca juga: 43 Desa di Karanganyar Masuk Daerah Rawan DBD, Ini Sebarannya
Baca juga: 2 Perusahaan di Kudus Kena Tegur, Ada Pegawai Tak Pakai Masker di Lingkungan Pabrik
Baca juga: Sewa Kios di Pasar Tumenggungan Kebumen Dikabarkan Naik 300 Persen, Bupati Arif: Itu Tidak Benar
Ketua Pinsar Petelur Nasional Kendal Suwardi mengatakan, bantuan telur diberikan dengan tujuan menambah imun tenaga kesehatan yang menjadi garda terdepan melawan pandemi Covid-19.
Hal ini menjadi ikhtiar bersama untuk menyelesaikan pandemi Covid-19.
"Hari ini kami berikan 3.750 butir telur tahap kedua, total 7.350 butir. Ini bantuan dari para peternak untuk para nakes di puskesmas dan rumah sakit untuk menjaga imun, sehari 2 butir bisa menyehatkan," tuturnya.
Tak lupa, Suwardi mengajak masyarakat saling gotong royong membantu sesama yang membutuhkan.
"Target Pinsar se Jateng bisa menyalurkan 1 juta telur untuk nakes. Di Kendal, kita ada 968 peternak dengan jumlah populasi 9,6 juta ekor. Produksinya masih cukup baik 325 ton pertahun," ujarnya. (*)