Berita Jawa Tengah
Petugas Temukan Cacing Hati Sapi di Kendal, Ahmad Septian: Sudah Dikubur Karena Tak Layak Konsumsi
"Kami sudah arahkan bagi warga yang tidak memungkinkan melakukan penyembelihan mandiri agar bisa datang ke rumah penyembelihan hewan (RPH)."
Penulis: Saiful Masum | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - DPP Kabupaten Kendal kembali menerjunkan petugas pemeriksaan hati hewan kurban di 20 kecamatan.
Hal itu menyusul temuan 6 hati sapi di Kecamatan Kaliwungu dan Brangsong mengandung cacing hati menyeluruh pada pemeriksaan hari pertama kurban.
Selain itu, petugas juga menemukan satu hati kambing yang terinfeksi pneumonia atau radang paru-paru.
Baca juga: PPKM Darurat Diperpanjang, Bupati Kendal: Tolong Jangan Lengah Terapkan Protokol Kesehatan
Baca juga: Warga Kendal Bisa Klaim BPJS Ketenagakerjaan Secara Online, Klik Saja Link Berikut Ini
Baca juga: Lagi, Teror Lemparan Benda Misterius sebabkan Kaca Mobil Pikap Pecah Terjadi di Kaliwungu Kendal
Baca juga: Doa Wakil Bupati Kendal: Semoga Tak Muncul Klaster Baru Pasca Iduladha
Dokter hewan DPP Kabupaten Kendal, Ahmad Septian mengatakan, di hari pertama penyembelihan hewan kurban, timnya melakukan pemeriksaan 9 titik pemotongan hewan kurban di Kecamatan Kaliwungu dan Brangsong.
Hasilnya, ditemukan 6 hati sapi yang terinfeksi cacing dan 1 kambing terkena radang paru-paru di 5 titik.
Atas temuan itu, ia mengimbau panitia pelaksana pemotongan hewan kurban untuk membuangnya secara dikubur.
Tujuannya, agar hati sapi yang terinfeksi tidak ditemukan masyarakat lain dan disalahgunakan.
"Untuk temuan cacing hati, karena kami temukan menyeluruh hati, tidak hanya satu logus saja, maka kami minta agar dikuburkan karena tidak layak konsumsi."
"Kalau untuk temuan pada kambing ada 1 yang terkena radang paru-paru, masih bisa dikonsumsi asalkan dimasak dengan matang," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (21/7/2021).
Septian melanjutkan, untuk mengetahui adanya cacing dalam hati hewan tidak bisa hanya dengan melihat bentuk fisik hewan.
Perlu dilakukan pemeriksaan mendetail pada hati sapi yang sudah dipotong.
Dia berharap, masyarakat ikut serta mengecek kelayakan hati hewan kurban sebelum dibagikan atau dikonsumsi.
Karena, keterbatasan SDM yang ada tidak bisa menjangkau semua tempat pemotongan di Kabupaten Kendal.
Dia juga mengingatkan agar panitia penyembelihan hewan kurban memperhatikan kebersihan tempat pemotongan agar daging yang dikemas tetap higienis sebelum diedarkan atau dimasak.
"Hati sapi yang ada cacingnya ini menjijikan, sehingga tidak layak untuk dikonsumsi."