Berita Tegal
Berkunjung ke Tegal? Jangan Lupa Beli Oleh-oleh Kacang Bogares untuk Dibawa Pulang
Bagi Anda yang berkesempatan mampir atau berkunjung ke Kabupaten Tegal, jangan lupa membeli oleh-oleh kacang bogares untuk dibawa pulang nanti.
Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: rika irawati
Penurunan tersebut terjadi sejak adanya jalan tol dan berlanjut pandemi Covid-19.
Belum lagi, jumlah toko oleh-oleh atau penjual kacang bogares juga semakin banyak sehingga sangat berpengaruh terhadap penjualan.
"Karena kondisi yang sedang sepi jadi kami hanya menggoreng kacang bogares yang orisinal. Harganya Rp 55 ribu untuk ukuran 1 kilogram, kemasan 500 gram Rp 28 ribu, kemasan 250 gram Rp 14 ribu, dan 400 gram harga Rp 23 ribu," ujarnya.
Baca juga: Sembuh dari Covid tapi Masih Bergejala? Ini Saran Pemulihan dari Dokter Paru RS Mardi Rahayu Kudus
Baca juga: Perjalanan Kereta Api Jarak Jauh Terimbas PPKM Darurat, Begini Prosedur Pembatalan Tiketnya
Baca juga: Gowes ke Sumurboto Semarang, Gubernur Ganjar Borong Dagangan PKL dan Ingatkan Prokes
Baca juga: Donatur Berkurang, Konsevasi Penyu di Pantai Sodong Cilacap Andalkan Swadaya Kelompok Nagaraja
Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat juga berdampak pada penjualan. Sebulan ini, Upi baru satu kali menggoreng atau baru memproduksi 1 kuintal kacang bogares.
Dalam proses produksi, Upi dibantu dua karyawan yang memiliki tugas masing-masing, yaitu ada yang dibagian menggoreng dan tukang sortir kacang.
"Dari proses menggoreng, kacang bogares bisa bertahan (layak dikonsumsi) sampai 2 bulan atau 2,5 bulan. Terpenting, cara menyimpannya benar yaitu tempat harus selalu tertutup rapat," katanya.
Di toko Rapi milik Upi, selain kacang bogares, ada juga oleh-oleh berupa kerupuk antor, pilus kacang, kacang goreng, teh poci, telor asin, sagon panggang, dodol, serta carica. (*)