Breaking News:

Berita Nasional

Subsidi Upah bagi Karyawan Bergaji di Bawah Rp 3,5 Juta Dikucurkan Lagi, Hanya untuk Wilayah Level 4

Bantuan subsidi upah kembali digelontorkan pemerintah kepada pekerja dengan upah di bawah Rp 3,5 juta di daerah berstatus level 4.

Editor: rika irawati
KOMPAS.com/NURWAHIDAH
Ilustrasi uang tunai. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Bantuan subsidi upah bakal kembali digelontorkan pemerintah. Bantuan tersebut akan diberikan kepada pekerja dengan upah di bawah Rp 3,5 juta di daerah berstatus level 4.

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan, seperti subsidi upah sebelumnya, bantuan susbidi upah tersebut bakal diberika kepada pekerja yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Ida menjelaskan, jumlah penerima subsidi gaji kali ini sebanyak 8 juta pekerja dengan total anggaran Rp 8 triliun.

"Jumlah penerima sebanyak 8 juta pekerja, dengan demikian butuh anggaran Rp 8 triliun," jelas Ida dalam konferensi pers, Rabu (21/7/2021).

Baca juga: Siap-siap, Subsidi bagi 15,2 Juta Pelanggan Listrik 450 VA Bakal Dicabut. Mulai 2022 Tarif Juga Naik

Baca juga: Di Kota Tegal, Upah Gali Kubur Terpaksa Minta ke Keluarga Jenazah Covid-19, Tiap Petugas Rp 100 Ribu

Baca juga: Karyawan Diupayakan Tetap Dapat Upah, Pasca Pabrik Sepatu di Jaten Karanganyar Ditutup Sementara

Pemerintah akan menyalurkan subsidi upah melalui bank penyalur yang dilakukan dengan pemindahbukuan dana dari bank penyalur ke rekening penerima bantuan pemerintah melalui bank BUMN yang dihimpun dalam Himbara.

Subsidi upah diberikan kepada pekerja atau buruh sebesar Rp 500.000 selama dua bulan, yang akan diberikan sekaligus.

"Satu kali pencairan dan pekerja menerima subsidi Rp 1 juta," ujar Ida.

Agar proses pencairan bisa berjalan lancar, Ida meminta pekerja yang belum menyerahkan nomor rekeningnya untuk segera menyerahkan nomor rekening dan diteruskan kepada BPJS Ketenagakerjaan.

Syarat pekerja dapat subsidi gaji yakni Warga Nergara Indonesia (WNI) dibuktikan dengan NIK, terdaftar sebagai peserta jaminan sosial tenaga kerja yang masih aktif di BPJS Ketenagakerjaan dan dibutkikan dengan nomor kartu kepesertaan sampai dengan Juni 2021.

Selain itu, syarat lain yakni upah pekerja di bawah Rp 3,5 juta sesuai dengan upah terakhir yang dilaporkan pemberi kerja kepada BPJS Ketenagakerjaan.

"Dalam hal ini, pekerja di wilayah PPKM yang UMKnya di atas Rp 3,5 juta maka menggunakan UMK sebagai batas kriteria upah," jelas Ida.

Baca juga: Percepat Pembentukan Kekebalan Kelompok, Pemkot Semarang Berencana Buka Vaksinasi Covid di Kelurahan

Baca juga: Banyumas Terima 3000 Paket Obat Covid untuk Warga Isoman, Disalurkan Lewat Puskesmas

Baca juga: Kurangi Sampah Plastik, Panitia Kurban di Desa Kracak Banyumas Bungkus Daging Pakai Daun Jati

Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Pagi Ini, Kamis 22 Juli 2021: Rp 980.000 Per Gram

Selain itu, Ida mengatakan, ia telah mengusulkan penerima subsidi upah hanya pekerja yang bekerja di wilayah PPKM level 4.

Daftar wilayah yang masuk kategori level 4 tertuang di dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 22 Tahun 2021.

"Memiliki bank yang aktif dan kami mengusulkan hanya diberikan kepada pekerja yang berada di level 4, sesuai dengan instruksi Mendagri," jelas Ida. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Diberikan ke 8 Juta Pekerja, Anggaran Subsidi Gaji Rp 8 Triliun".

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved