Breaking News:

Berita Pati

Konvoi sambil Kibarkan Bendera Putih, Pelaku Usaha Wisata di Pati Protes Perpanjangan PPKM

Para pelaku usaha perjalanan wisata di Pati melakukan aksi protes terhadap kebijakan PPKM yang terus diperpanjang, Kamis (22/7/2021).

Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/MAZKA HAUZAN NAUFAL
Para pelaku usaha perjalanan wisata di Pati melakukan aksi protes terhadap kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang terus diperpanjang, Kamis (22/7/2021). Dalam aksi ini, delapan bus pariwisata konvoi keliling kota sambil mengibarkan bendera putih. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PATI - Para pelaku usaha perjalanan wisata di Pati melakukan aksi protes terhadap kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang terus diperpanjang, Kamis (22/7/2021).

Mereka merupakan para pelaku industri pariwisata yang tergabung dalam DPC Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Pati, Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Pati Raya, serta Paguyuban Pelaku Pariwisata Joyokusumo Pati (Pappari).

Mereka melakukan aksi konvoi mengendarai delapan bus pariwisata yang dipasangi bendera putih di bagian depan, serta spanduk protes di bagian samping. Klakson bus juga terus dibunyikan.

Dua di antara tulisan yang terpampang dalam spanduk ialah "PPKM Diperpanjang, Bendera Putih, Pelaku Pariwisata Sekarat" dan "PPKM Selesai Pariwisata Bangkit".

Baca juga: PPKM Darurat Dilonggarkan di Pati, Dua Pusat Perbelanjaan Boleh Buka, Cuma Jual Sembako dan Obat

Baca juga: Selama PPKM Darurat, Nasabah Pegadaian Area Pati Melonjak hingga 2000 Orang

Baca juga: Sapi Limousin Terberat di Pati Ini Terjual Rp 100 Juta, Anita Sebut Boy Limos Selalu Menangi Kontes

Baca juga: Rumah Warga Tayu Pati Ludes Terbakar, Api Diduga Muncul dari Kompor Gas yang Bocor

Sebelum melakukan konvoi mengelilingi wilayah perkotaan, mereka berkumpul di Taman Kota Pati.

"Aksi ini kami lakukan karena kami 'menyerah', mengibarkan bendera putih, tidak sanggup lagi dengan kebijakan pemerintah terkait PPKM dan perpanjangannya," kata Kasiadi, koordinator aksi.

Dia menyebut, selama masa PPKM, pengusaha pariwisata benar-benar mati. Pendapatan nol karena objek-objek wisata ditutup. Orang tidak boleh piknik.

"Kami mengerti isunya adalah pandemi Covid-19, mencegah timbulnya kerumunan, dan sebagainya. Namun, saya pikir itu bisa di-manage oleh pemerintah. Tolong kami dikasih hidup," tutur dia.

"Hari ini kami menyerah, pariwisata yang dulu dielu-elukan sebagai penyumbang devisa di Indonesia, hari ini kami dilupakan pemerintah, kami ingatkan lagi bahwa pariwisata juga penting untuk perekonomian kita," ujarnya.

Kasiadi meminta pada pemerintah agar mulai tanggal 26 Juli nanti, PPKM benar-benar diakhiri. Kemudian, pihaknya difasilitasi untuk kembali menjalankan usaha.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved