Berita Jateng
Pemerintah Beri Bantuan Beras ke 2.226.076 Keluarga di Jateng, Penyaluran Dimulai Minggu
Perum Bulog Kanwil Jateng mulai menyalurkan bantuan beras kepada keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan dan Bantuan Sosial Tunai.
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Perum Bulog Kanwil Jateng mulai menyalurkan bantuan beras kepada keluarga penerima manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan dan Bantuan Sosial Tunai (BST).
Bantuan ini diberikan kepada warga terdampak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat.
Wakil Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jateng Muhson mengatakan, program ini merupakan satu bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat Indonesia yang terdampak pandemi Covid-19.
Untuk wilayah Jawa Tengah, bantuan disalurkan kepada 2.226.076 KPM.
"Kami akan salurkan bantuan bagi 2.226.076 KPM yang terdiri dari 1.031.400 KPM PKH dan 1.194.676 KPM BST, masing-masing KPM menerima 10 kilogram beras," kata Muhson dalam keterangan tertulisnya, Senin (19/7/2021).
Baca juga: Pemkab Kebumen Siapkan Bansos untuk 5000 UMKM, Dicairkan Setelah PPKM Darurat Rampung
Baca juga: Siapkan Rp 12 Miliar, Pemkot Semarang Salurkan Bansos Berbentuk Sembako Selama PPKM Darurat
Baca juga: Buruan Daftar! Pemkab Banyumas Siapkan Kuota Bantuan JPS untuk 15.000 KK Terdampak PPKM Darurat
Baca juga: 3000 Warga Kudus Bakal Terima Beras Masing-masing 5 Kg, Tinggal Tunggu Penyaluran dari Kemensos
Menurutnya, total tonase penyaluran untuk Jawa Tengah di luar karesidenan Banyumas dan Kedu sebanyak 22.260,76 Ton.
Bantuan beras PPKM 2021 tersebut telah disalurkan mulai Minggu (18/7/2021). Penyaluran dilakukan secara bertahap ke 35 kabupaten/kota di Jateng.
"Penyaluran perdana telah kami lakukan Minggu di Kabupaten Demak, tepatnya di Kecamatan Demak. Lalu, di Kabupaten Blora (Kecamatan Jepon), Kabupaten Sragen (Kecamatan Masaran), Kota Pekalongan, Kota Tegal (Kecamatan Tegal Barat), dan Kabupaten Tegal (Kecamatan Margadana). Total penyalurannya sebanyak 92.870 kg untuk 9.287 KPM," sebutnya.
Dijelaskan, dalam menyusun rencana penyaluran, waktu, jumlah dan asal gudang, Perum Bulog berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan Pemerintah Daerah.
Perum Bulog Kanwil Jateng memiliki wilayah kerja yang terdiri dari 4 Kantor Cabang, meliputi Kantor Cabang Semarang, Pati, Surakarta dan Pekalongan, yang membawahi 25 kabupaten dan kota di Provinsi Jawa Tengah.
Terkait beras yang digunakan dalam program ini, Muhson menyatakan, menggunakan beras medium dari cadangan beras pemerintah (CBP), dengan kualitas baik yang ada di gudang Bulog di wilayah Jawa Tengah.
Baca juga: Yuk, Bergabung! Pemerintah Gelar Takbir Akbar Virtual Iduladha Malam Ini, Mulai Pukul 19.30 WIB
Baca juga: Prihatin Nakes Kewalahan Tangani Wabah, Ibu-ibu di Banyumas Ini Rela Bantu Cek Pasien Covid di Rumah
Baca juga: Cegah Klaster Iduladha, Pemkot Salatiga Minta Proses Penyembelihan Hewan Kurban Terapkan Prokes
Baca juga: 35 Formasi Lowongan CPNS dan PPPK di Pemprov Jateng Nihil Peminat, Terbanyak Bidang Kesehatan
Sementara, Perum Bulog dan BPKP juga telah membentuk tim monitoring yang akan diterjunkan ke lokasi distribusi.
Tim ini bertugas memastikan proses distribusi berjalan dengan lancar dan beras yang disalurkan tepat sasaran, serta terjamin kualitasnya.
"Nanti, akan ada tim monitoring yang dilaksanakan baik oleh personil Perum Buloh maupun BPKP yang akan terjun langsung ke lapangan memantau proses penyaluran bantuan ini," ujarnya. (*)