PPKM Darurat Jateng
Siapkan Rp 12 Miliar, Pemkot Semarang Salurkan Bansos Berbentuk Sembako Selama PPKM Darurat
Pemkot Semarang akan menyalurkannya dalam bentuk 100 ribu paket sembako yang akan disalurkan selama 14 hari semasa PPKM Darurat.
Penulis: iwan Arifianto | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Pemkot Semarang menyiapkan anggaran Rp 12 miliar untuk membantu warga terdampak Covid-19 selama pemberlakuan masa PPKM Darurat.
Dari anggaran tersebut, pemerintah akan menyalurkannya dalam bentuk 100 ribu paket sembako yang akan disalurkan selama 14 hari semasa PPKM Darurat.
“Paket sembako sudah mulai dibagikan pada Kamis (8/7/2021)."
"Wilayah yang sudah dilakukan di Kecamatan Genuk dan Pedurungan,” terang Kepala Kesbangpol Kota Semarang, Abdul Haris kepada Tribunbanyumas.com, Sabtu (10/7/2021).
Baca juga: Salut Buat Pak Romeo, Gratiskan Bubur Ayam Buat Warga Semarang yang Jalani Isolasi Mandiri
Baca juga: Penambahan Tempat Isolasi Rumah Sakit di Kabupaten Semarang Terkendala Banyaknya Nakes Positif Covid
Baca juga: Melonjak setelah Libur Lebaran, Petugas di Semarang Makamkan 5-10 Jenazah Pasien Covid Per Hari
Baca juga: Kasus Perselingkuhan Kapolsek Mijen Diungkap Istrinya, Dilabrak di Rest Area Tol Semarang
Para penerima, jelas dia, nanti akan dikoordinasi dari RT dan RW yang mendata, kemudian diajukan ke kelurahan yang diteruskan ke Pemkot Semarang.
Yang jelas ada kriteria sistematis para penerima bansos tersebut.
Seperti belum pernah mendapatkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Sosial Tunai (BST).
Selain itu, belum pernah juga mendapatkan bantuan dari provinsi, kementerian, dan pusat.
“Kami siap menyalurkan, nanti kami lebih berkoordinasi dengan Dinsos Kota Semarang,” bebernya.
Selain itu, dia mengungkapkan, dana bantuan sosial tak hanya datang dari Pemkot Semarang, ada juga dari para pengusaha.
Namun dana bantuan atau sumbangan tersebut dia tak merinci secara detail.
Rencana bantuan dari para pengusaha diperuntukan bagi penanggulangan pandemi Covid-19 di Kota Semarang.
“Sudah ada bantuan sosial dari para pengusaha tersebut."
"Jumlah berapa, nilai berapa, bukan bidang kami, jadi tidak hafal,” ujarnya. (*)
Disclaimer Tribun Banyumas