Berita Jawa Tengah

Pemerintah Wacanakan Perusahaan Terapkan 15 Hari Kerja, Begini Tanggapan Apindo Karanganyar

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengusulkan wacana agar jadwal kerja buruh diatur ulang selama PPKM.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/AGUS ISWADI
Ketua Apindo Kabupaten Karanganyar, Edy Dharmawan. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KARANGANYAR - Apindo Karanganyar berharap teknis pelaksanaan 15 hari kerja diserahkan kepada masing-masing perusahaan apabila wacana tersebut diterapkan oleh Pemerintah Pusat.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengusulkan wacana agar jadwal kerja buruh diatur ulang selama PPKM Darurat.

Ketua Apindo Karanganyar, Edy Darmawan menyampaikan, belum tahu secara persis teknis pelaksanaannya 15 hari kerja dalam sebulan itu seperti apa.

Apabila wacana tersebut benar diterapkan, yang penting produksi perusahaan tetap berjalan.

Baca juga: Selamat Jalan Pak Septiarko, Dokter Spesialis Anak RSUD Karanganyar Meninggal Dunia

Baca juga: Demi Tipu Gadis Jaten Karanganyar, Pelaku Jadi Dokter Kandungan, Raup Puluhan Juta Rupiah

Baca juga: Warga di Karanganyar Dilarang Gelar Hajatan, Berlaku sampai 20 Juli 2021

Baca juga: Sudah Berkonsep Banyu Mili, Hajatan Warga Kaliboto Karanganyar Tetap Dibubarkan, Begini Ceritanya

Dia menuturkan, memang dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 menjadi tanggung jawab semua pihak.

Menurutnya, faktor kesehatan itu penting, akan tetapi ekonomi juga harus jalan.

"Kalau itu nanti diterapkan, biarkan teknisnya diserahkan kepada masing-masing perusahaan."

"Tidak bisa semua perusahaan digeneralisasi."

"Apakah tekstil bisa sama dengan plastik?!"

"Sama dengan makanan dan minuman?!"

"Dengan industri kimia, kan tidak sama."

"Serahkan kepada masing-masing manajemen supaya mengatur sendiri," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (16/7/2021).

Dia mengungkapkan, peningkatan kasus Covid-19 belakangan ini memang membuat pihak perusahaan dan karyawan khawatir.

Sehingga perusahaan menerapkan protokol ketat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved