Breaking News:

Berita Karanganyar

Warga di Karanganyar Dilarang Gelar Hajatan, Berlaku sampai 20 Juli 2021

Pemkab Karanganyar melarang penyelenggaraan hajatan selama PPKM Darurat, hingga 20 Juli 2021.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/AGUS ISWADI
Kepala Satpol PP Karanganyar Yophy Eko Jati Wibowo saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (12/7/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KARANGANYAR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar melarang penyelenggaraan hajatan selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, hingga 20 Juli 2021 mendatang. Aturan tersebut berlaku mulai hari ini, Senin (12/7/2021).

Sebelumnya, sejak PPKM Darurat diterapkan 3 Juli, pemkab masih mengizinkan ada hajatan namun dengan sejumlah syarat. Di antaranya, kapasitas 30 orang dan tidak menyediakan kursi tamu serta tidak menyajikan hidangan di tempat.

Akan tetapi, setelah adanya revisi aturan Inmendagri, penyelenggaraan hajatan selama PPKM darurat dilarang.

Sementara, tempat ibadah boleh tetap buka atau tidak ditutup.

Baca juga: Isinya Mempertanyakan Presiden Jokowi, Website Pemkab Karanganyar Direntas

Baca juga: BLK Karangpandan Kembali Difungsikan Jadi Tempat Isolasi, DKK Karanganyar: Mulai Pekan Depan

Baca juga: Selama 60 Detik Mengheningkan Cipta Serentak, Karanganyar Doakan Warga Meninggal Karena Covid-19

Baca juga: Warga Karanganyar Tolong Tunda Kehamilan, DKK: Karena Rentan di Masa Pandemi

Kepala Satpol PP Karanganyar Yophy Eko Jati Wibowo menyampaikan, saat ini, Instruksi Bupati terkait larangan hajatan itu masih dalam proses revisi menyesuaikan aturan dari Inmendagri.

"Nanti, begitu (Inbup) ditandatangani Bupati, langsung kami sebar luaskan. Dan mulai berlaku hari ini sampai 20 Juli 2021. Iya, revisi 2 hal. Hajatan dilarang sampai tanggal 20 Juli 2021, tempat ibadah tidak ditutup," katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin.

Meski tempat ibadah tidak ditutup, disarankan kegiatan yang menghadirkan banyak orang, semisal pengajian, tidak dilaksanakan terlebih dahulu.

Yophy mengatakan, pihaknya bakal melakukan penertiban mulai dari tingkat desa hingga kecamatan.

Yophy menjelaskan, warga yang telah mendapatkan rekomendasi hajatan dari kantor kecamatan, secara otomatis gugur selama PPKM darurat pada tanggal 20 Juli 2021.

"Ada Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP. Jaga Tangga dikuatkan," ucapnya.

Baca juga: Mahasiswa IAIN Kudus Gelar Demo terkait UKT, Minta Diskon dan Perpanjangan Waktu Pembayaran

Baca juga: Penyekatan Jalan di Purwokerto Banyumas Diperluas saat Akhir Pekan, Ini 13 Titik yang Ditutup

Baca juga: Baru Sembuh dari Covid? Ini Saran Makanan Sehat untuk Mempercepat Pembangunan Imun di Masa Pemulihan

Baca juga: Digerebek saat Asyik Pesta Sabu, 4 Pria Diamankan dari Kamar Kos di Padamara Purbalingga

Sementara itu, Kepala Kemenag Karanganyar Wiharso mengatakan, acara ijab kabul masih dapat digelar secara terbatas dan hanya dihadiri pasangan mempelai, saksi, wali dan petugas KUA.

"Yang sudah mendaftar tanggal 3 Juli 2021 kemarin tetap dilayani, yang belum daftar diterima pendaftarannya setelah 20 Juli 2021," imbuhnya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved