Berita Kesehatan
Warga Karanganyar Tolong Tunda Kehamilan, DKK: Karena Rentan di Masa Pandemi
Secara kumulatif dari awal pandemi hingga saat ini ada sekira 500 kasus aktif Covid-19 terhadap ibu hamil di Karanganyar.
Penulis: Agus Iswadi | Editor: deni setiawan
TRIBUNBANYUMAS.COM, KARANGANYAR - DKK Karanganyar mengimbau kepada masyarakat supaya menunda kehamilan terlebih dahulu di tengah kondisi pandemi Covid-19.
Plt Kepala DKK Karanganyar, Purwati menyampaikan, secara kumulatif dari awal pandemi hingga saat ini ada sekira 500 kasus aktif Covid-19 terhadap ibu hamil.
Akan tetapi hingga saat ini tercatat ada 214 kasus aktif.
Baca juga: Lebih Laris Sapi Dibandingkan Kambing, Peternak di Karanganyar Ini Ketiban Berkah Jelang Iduladha
Baca juga: Awas Ada Pos Penyekatan di Cemoro Kandang Karanganyar, Pengendara Wajib Bawa Bukti Sudah Divaksin
Baca juga: Sistem Pembelajaran di Pondok Sepenuhnya Masih Daring, Kemenag Karanganyar: Sesuai SE Menteri Agama
Baca juga: Mengerikan, Perajin Peti Jenazah di Karanganyar Juga Kewalahan, Sehari Bikin Tujuh Langsung Habis
Menurutnya, masa kehamilan di tengah situasi pandemi seperti saat ini dinilai rentan terhadap kondisi ibu hamil itu sendiri.
Baik itu dari faktor usia maupun penyakit penyerta.
"Kalau bisa pandemi, ditunda (kehamilan) dahulu karena berisiko sekali," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (9/7/2021).
Tercatat ada 5 kasus ibu hamil terkonfirmasi positif Covid-19 yang meninggal dunia hingga saat ini.
Dari hasil analisis, Purwati menjelaskan, kematian itu dikarenakan beberapa faktor.
Selain karena terkonfirmasi positif Covid-19, juga karena penyakit penyerta serta faktor usia.
Di sisi lain, DKK Karanganyar telah mempersiapkan Puskesmas Poned (pelayanan obstetri neonatal emergency dasar) untuk pelayanan persalinan ibu hamil yang terkonfirmasi positif Covid-19 tapi tidak bergejala dan tidak berisiko.
Puskesmas yang disiapkan menjadi Puskesmas Poned meliputi Puskesmas Karanganyar, Kebakkramat I, Jumapolo, Colomadu II, Kerjo, dan Tawangmangu.
"Kalau tidak ada gejala dan risiko di dalam kehamilan di Puskesmas Poned (persalinan)."
"Kalau yang berisiko, kami rujuk ke rumah sakit," ucapnya. (*)
Disclaimer Tribun Banyumas
Bersama kita lawan virus corona.