Breaking News:

Berita Pendidikan Hari Ini

Sistem Pembelajaran di Pondok Sepenuhnya Masih Daring, Kemenag Karanganyar: Sesuai SE Menteri Agama

Kegiatan belajar mengajar pada madrasah, satuan pendidikan keagamaan, pesantren, dan perguruan tinggi agama sepenuhnya dilakukan secara daring.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/AGUS ISWADI
Suasana di halaman depan Kantor Kemenag Kabupaten Karanganyar, Selasa (6/7/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KARANGANYAR - Pembelajaran di pondok pesantren (ponpes) wilayah Kabupaten Karanganyar dilakukan secara daring selama diterapkannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Kebijakan tersebut sesuai Surat Edaran Menteri Agama Nomor 18 Tahun 2021 tentang sistem kerja pegawai ASN Kemenag pada pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat di masa darurat. 

Dalam surat edaran tersebut disebutkan, kegiatan belajar mengajar pada madrasah, satuan pendidikan keagamaan, pesantren, dan perguruan tinggi agama sepenuhnya dilakukan secara daring.

Baca juga: Mengerikan, Perajin Peti Jenazah di Karanganyar Juga Kewalahan, Sehari Bikin Tujuh Langsung Habis

Baca juga: Pemilik Warung Makan di Karanganyar Diminta Pasang Tulisan Hanya Layani Take Away

Baca juga: Nining Tetap Jualan Padahal Wisata Balekambang Karanganyar Ditutup: Buat Tambah-tambah Beli Beras

Baca juga: Dua Wayang Mengiringi Jenazah Ki Manteb ke Pemakaman, Dalang Kondang Asal Karanganyar Tutup Usia

Berdasarkan data Kemenag Karanganyar, ada 32 pondok pesantren di Kabupaten Karanganyar.

Pondok pesantren itu tersebar di Kecamatan Colomadu, Gondangrejo, Karangpandan, Jatiyoso, Jenawi, Karanganyar, Kebakkramat, Jaten, Tasikmadu, Matesih, dan Jatipuro.

Total santri di 32 pondok pesantren tersebut ada sekira 5.736 orang.

Dari jumlah itu, 1.960 berasal dari dalam kota dan 3.775 dari luar kota. 

Kepala Kemenag Karanganyar, Wiharso menyampaikan, pembelajaran di madrasah dan pondok pesantren dilakukan secara daring. 

"Kalau pun mungkin ada yang sudah terlanjur masuk (ke pondok) sebelum PPKM Darurat, di pondok tidak ada tatap muka," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (6/7/2021). 

Dia menuturkan, apabila memulangkan santri ke rumah masing-masing tidak memungkinkan karena akan menimbulkan mobilitasnya tinggi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved