Breaking News:

Berita Semarang

Bupati Semarang Klaim Kasus Covid di Wilayahnya Menurun 27 Persen selama Penerapan PPKM Darurat

Pemkab Semarang mengklaim terjadi penurunan kasus Covid-19 mencapai 27 persen sejak PPKM Darurat diterapkan.

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/M NAFIUL HARIS
Bupati Semarang Ngesti Nugraha menerima bantuan penanganan Covid-19 dari Bank Jateng Cabang Ungaran di Rumah Dinas Bupati Semarang, Kamis (15/7/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, UNGARAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang mengklaim terjadi penurunan kasus Covid-19 mencapai 27 persen sejak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat diterapkan.

Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengatakan, adanya PPKM Darurat selama kurang lebih dua pekan, sejak 3 Juli 2021,
di Kabupaten Semarang, menampakkan hasil baik.

"Sampai tanggal 14 Juli atau dua pekan pelaksanaan PPKM darurat, kasus positif Covid-19 harian maupun total kasus aktif, mengalami kecenderungan turun," terangnya, seusai menerima bantuan penanganan Covid-19 dari Bank Jateng Cabang Ungaran, di Rumah Dinas Bupati Semarang, Kamis (15/7/2021).

Baca juga: Kabupaten Semarang Dapat Tambahan 6.000 Vaksin Sinovac, Dinkes: Sasaran Lansia dan Pelayan Publik

Baca juga: Mantan Sopir Kapolres Ini Buka Kios Bensin Kejujuran di Semarang, Didasari Pengalaman Pribadinya

Baca juga: Mulai Pukul 18.00 WIB, PJU dari Taman Unyil Kabupaten Semarang sampai Arah Tengaran Dipadamkan

Baca juga: Jumat 16 Juli 2021, Seluruh Pasar Ditutup Sehari di Kabupaten Semarang, Bakal Disemprot Disinfektan

Menurutnya, kasus positif Covid-19 tertinggi secara harian, tercatat pada tanggal 5 Juli, sebanyak 514 kasus.

Sementara, hingga hari ini, total kasus positif aktif mencapai 4.399 kasus.

Sedangkan pada tanggal 14 Juli kemarin, kasus positif harian sebanyak 208 dengan total kasus aktif 3.201.

Ia menambahkan, pencapaian itu dinilai cukup menggembirakan, dimana peran satgas Covid-19 dari tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa/kelurahan, termasuk Satgas Jaga Tangga dan relawan, serta semua pihak, sangat mempengaruhi kondisi itu.

"Ditambah, dengan dukungan dari TNI dan Polri, saya berharap, kecenderungan penurunan kasus aktif itu akan terus terjadi. Berdasarkan data riil di lapangan, terjadi penurunan sekira 27 persen," katanya.

Meski begitu, Ngesti mengaku, penerapan PPKM Darurat banyak dikritik masyarakat. Terutama, terkait kebijakan menutup sejumlah ruas jalan di dalam kota, penyekatan kendaraan di beberapa titik jalan nasional, pemadaman lampu penerangan jalan nasional, dan pembatasan jam operasional pasar tradisional.

Baca juga: Innalillahi Wainailahi Rojiun. Rois Syuriah PCNU Kabupaten Purworejo KHR Abdul Hakim Hamid Berpulang

Baca juga: Video Pria Bongkar Pembatas Jalan di Cilacap Viral, Begini Sikap Polisi

Baca juga: Dikira Tewas Terpapar Covid, Pria Tertelungkup di Atas Motor di Purbalingga Ternyata Mabuk

Baca juga: PT KAI Serahkan Bantuan 6 Sapi dan 10 Kambing untuk Iduladha Warga Banyumas

Pihaknya menyatakan, beragam rekayasa itu dimaksudkan untuk mengurangi pergerakan dan kegiatan warga di luar rumah.

Sehingga, masyarakat diminta dapat memahami hal itu sebagai langkah nyata menekan penyebaran virus Corona.

"Meski begitu, kami pastikan, TNI dan Polri terus meningkatkan intensitas kegiatan untuk menjamin keamanan dan ketertiban masyarakat selama PPKM darurat. Pemkab Semarang juga terus meningkatkan cakupan vaksinasi, menambah kapasitas tempat isolasi terpusat bagi para pasien Covid-19 bergejala ringan, dan menambah jumlah tempat tidur di rumah sakit," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved