Breaking News:

Berita Banjarnegara

Warganet Banyumas Raya Embargo Berita Covid, Ketua AJI Purwokerto: Langgar Hak Publik Akses Info

Poster berisi ajakan tidak mengunggah berita tentang Covid-19, beredar di media sosial Facebook dan pesan berantai Whatsapp.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: rika irawati
tangkap layar media sosial
Poster berisi penolakan mengunggah berita tentang Covid-19 yang mengatasnamakan warga, beredar di sejumlah media sosial, semisal Facebook dan Whatsapp. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Poster berisi ajakan tidak mengunggah berita tentang Covid-19, beredar di media sosial Facebook dan pesan berantai Whatsapp.

Bahkan, pesan tersebut mengatasnamakan warga wilayah yang sepakat tak mengunggah berita tentang Covid-19 agar masyarakat aman dan tentram.

Beberapa poster yang beredar itu mengatasnamakan warga Kabupaten Banjarnegara, Purbalingga, Cialcap, juga Banyumas.

Tidak jelas siapa otak di balik pembuatan poster itu.

Terkait peredaran poster-poster ini, Ketua Aliansi Jurnalistik Independen (AJI) Purwokerto Rudal Afgani Dirgantara menyebutnya sebagai kritik warganet terhadap pemberitaan media tentang pandemi Covid-19.

Baca juga: Cerita Petugas Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19 di Banjarnegara: Gunadi Menahan Perihnya Kaki

Baca juga: Begini Cerita Pasutri Tinggal di Hutan Desa Sigaluh Banjarnegara, Alasannya Kurangi Pikiran Negatif

Baca juga: Pakai Kaus Oblong dan Topi, Cara Lain Bupati Banjarnegara Sidak Penyaluran BLT PPKM di Sigeblok

Baca juga: RSI Banjarnegara Kembali Berkreasi, Ciptakan Alat Portable Bernama POCBIH, Bantu Pernapasan Pasien

Dari situ, insan media jadi tahu bahwa sebagian warga merasa tidak tenang atau tidak tenteram akibat pemberitaan Covid-19.

Wujudnya, mereka mengajak "mengembargo" pemberitaan media, khusus bertema Covid-19.

Menurutnya, kondisi ini juga bisa membuat media perlu merenungkan apakah kebijakan editorial mereka selama ini sudah proporsional, yakni menempatkan kepentingan publik sebagai prioritas atau justru "menciptakan" teror bagi pembaca atau pemirsanya.

"Di situasi pandemi yang telah merenggut ribuan jiwa, media punya peran strategis membangun optimisme publik dan menumbuhkan harapan untuk bangkit kembali ke situasi normal," katanya, Rabu (14/7/2021).

Tetapi dengan "memprovokasi" publik untuk tidak memosting berita tentang Covid 19, tentu saja tidak dibenarkan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved