Berita Banjarnegara Hari Ini

Begini Cerita Pasutri Tinggal di Hutan Desa Sigaluh Banjarnegara, Alasannya Kurangi Pikiran Negatif

Rumah tua itu merupakan peninggalan eyang Sutejo, orangtua mereka yang dahulu pernah bekerja di perkebunan milik Belanda. 

Penulis: khoirul muzaki | Editor: deni setiawan

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Pernahkah kamu membayangkan tinggal di tengah hutan sendirian, tiada tetangga atau rumah yang bersebelahan.

Mungkin, tidak ada yang bercita-cita demikian. 

Tetapi tidak bagi pasangan suami istri (pasutri) di Desa Prigi, Kecamatan Sigaluh, Kabupaten Banjarnegara ini, Edi Suharto dan Peni.

Mereka yang telah berusia senja memilih menghabiskan sisa umur di tengah hutan. 

Sebuah rumah kayu berdiri kokoh di atas hamparan tanah hutan, Desa Prigi Kecamatan Sigaluh itu.

Baca juga: Pakai Kaus Oblong dan Topi, Cara Lain Bupati Banjarnegara Sidak Penyaluran BLT PPKM di Sigeblok

Baca juga: RSI Banjarnegara Kembali Berkreasi, Ciptakan Alat Portable Bernama POCBIH, Bantu Pernapasan Pasien

Baca juga: Di Banjarnegara, Keluarga Terdampak PPKM Darurat Dapat Rp 300 Ribu, Disalurkan Melalui Kantor Pos

Baca juga: Peternak Lebah di Banjarnegara Ini Mendulang Untung di Masa Pandemi, Imam Suroso Beberkan Kuncinya

Di atas rumah itu adalah hutan lindung yang jarang dijamah warga. 

Akses menuju rumah itu jelas bukan jalan pemerintah, melainkan jalan setapak untuk lalu lintas petani ke kebun atau hutan.

Butuh perjuangan keras untuk mencapai rumah itu.

Jalannya masih berbatu, banyak tanjakan dan kelokan tajam. 

Pastinya, tidak semua pengendara punya nyali untuk melintasinya. 

Hawa sejuk langsung terasa saat menapaki halaman rumah tua itu.

Sunyi langsung menghampiri.

Keheningan menyambut.

Tidak terdengar suara warga bergema.  

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved