PPKM Darurat Jateng

Pesta Pernikahan Warga Kedungsuren Kendal Dibubarkan, Polisi: Langgar Aturan PPKM Darurat

Pembongkaran tenda hajatan dipimpin langsung Danramil Kaliwungu, Kaptel Agus Dwi Laksono dan Kapolsek Kaliwungu, AKP Aryanindita Bagastwika.

Penulis: Saiful Ma'sum | Editor: deni setiawan
POLSEK KALIWUNGU
Petugas gabungan membubarkan acara hajatan di Kedungsuren, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal yang digelar saat PPKM Darurat, Rabu (7/7/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KENDAL - gTim Satgas Penanganan Covid-19 Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal membubarkan hajatan pernikahan yang digelar warga Kedungsuren.

Pembongkaran tenda hajatan dipimpin langsung Danramil Kaliwungu, Kaptel Agus Dwi Laksono dan Kapolsek Kaliwungu, AKP Aryanindita Bagastwika seusai menerima laporan dari warga.

Danramil Kaliwungu, Kapten Agus Dwi Laksono mengatakan, tindakan tegas dilakukan petugas karena warga tersebut bandel tetap menggelar resepsi pernikahan di tengah pengetatan PPKM Darurat.

Padahal, pemilik hajatan sudah diminta babinsa untuk tidak menggelar resepsi, namun tidak diindahkan.

Baca juga: Dua Minimarket di Kendal Ini Dapat Surat Teguran, Disdag: Karena Buka Sampai Pukul 22.00

Baca juga: 13 Orang Masuk Daftar Antrean UGD RSUD dr Soewondo Kendal, Ruang Isolasi Sudah Penuh

Baca juga: Begini Rasanya Degan Bakar Dicampur Rempah, Datang Saja ke Jalan Tembus Tunggulrejo Kendal

Baca juga: Aturan Masih Digodok. Sebentar Lagi, Anak Berkebutuhan Khusus di Kendal Bisa Belajar di Sekolah Umum

Oleh petugas, tenda-tenda hajatan dibongkar 2 jam sebelum acara digelar.

Beberapa tamu yang sudah datang di lokasi pun diminta pulang.

Kapolsek Kaliwungu, AKP Aryanindita Bagasatwika menegaskan, tidak ada warga di Kaliwungu yang diizinkan menggelar pesta pernikahan di tengah PPKM Darurat

Untuk itu, siapa saja yang nekat menggelar hajatan akan ditindak tegas karena sudah melanggar aturan. 

"Tadi bersama Camat Kaliwungu Selatan mendatangi sebuah resepsi yang nekat dilaksanakan hajatan di masa PPKM Darurat."

"Padahal sudah jelas tidak boleh, namun masih ada warga yang nekat."

"Petugas pun melakukan tindakan tegas dengan membubarkan dan membongkar tenda resepsi," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (7/7/2021).

Kapolsek melanjutkan, pemilik hajatan sudah diimbau oleh Bhabinkamtibmas dan Babinsa Kedungsuren agar tidak menggelar hajatan.

Sebagai gantinya, akad pernikahan boleh dilaksanakan dengan pembatasan 20 orang, sedangkan hajatannya ditiadakan. 

"Kami tidak pernah dan tidak akan memberikan izin kepada warga untuk menggelar resepsi besar-besaran," tegasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved