Sabtu, 9 Mei 2026

Berita Jawa Tengah

Lebih Laris Sapi Dibandingkan Kambing, Peternak di Karanganyar Ini Ketiban Berkah Jelang Iduladha

Lantaran sapi di kandang sudah terjual semua, Kutut sapaan akrabnya terpaksa mencari hewan kurban di luar daerah seperti Blora dan Purwodadi.

Tayang:
Penulis: Agus Iswadi | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/AGUS ISWADI
Seorang pekerja membersihkan kadang di peternakan sapi milik Kutut yang terletak di Papahan, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar, Rabu (7/7/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KARANGANYAR - Tingginya permintaan pembeli membuat Kutut Lambang Pujadi (45), penjual hewan kurban asal Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar, kewalahan.

Kutut menyampaikan, pesanan sapi mengalami peningkatan sejak tiga pekan terakhir.

Bahkan 200 sapi yang berada di tiga kandang miliknya telah terjual semua.

Kebanyakan pembeli berasal dari takmir masjid.

Baca juga: Awas Ada Pos Penyekatan di Cemoro Kandang Karanganyar, Pengendara Wajib Bawa Bukti Sudah Divaksin

Baca juga: Sistem Pembelajaran di Pondok Sepenuhnya Masih Daring, Kemenag Karanganyar: Sesuai SE Menteri Agama

Baca juga: Mengerikan, Perajin Peti Jenazah di Karanganyar Juga Kewalahan, Sehari Bikin Tujuh Langsung Habis

Baca juga: Pemilik Warung Makan di Karanganyar Diminta Pasang Tulisan Hanya Layani Take Away

Sedangkan pembeli secara perorangan jumlahnya tidak begitu banyak.

Harga jual sapi berkisar Rp 20 juta hingga Rp 21 juta per ekor.

Kebanyakan sapi yang ada di kandang milik Kutut merupakan sapi jenis PO.

"Sapi, ini malah membludak, dalam arti pesanan tinggi."

"Sistem di sini kan sistemnya jauh-jauh hari."

"Puasa atau habis puasa sudah pesan."

"Akhir ini tambah terus (pesanan)," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (7/7/2021).

Pesanan secara dadakan membuatnya kewalahan untuk mencarikan sapi sebagai hewan kurban.

Lantaran sapi di kandang sudah terjual semua, Kutut sapaan akrabnya terpaksa mencari hewan kurban di luar daerah seperti Blora dan Purwodadi.

Hingga hari H atau Hari Raya Iduladha, Kutut harus memenuhi pesanan dari pembeli untuk mencarikan 20 sapi.

"Dibanding tahun lalu memang ada peningkatan."

"Pada 2019 saya (menjual) lebih dari 250 ekor."

"Tahun 2020 anjlok sekira 150 ekor, tetapi tahun ini meningkat," ungkapnya.

Kutut menjelaskan, proses penggemukan sapi sebagai persiapan Hari Raya Iduladha biasanya dilakukan dalam kurun waktu 100 hari atau paling lama 4 bulan.

Di peternakan miliknya ada 8 karyawan yang setiap harinya memberi pakan sapi dan membersihkan kandang. 

Sapi diberi pakan campuran rumput dan beberapa bahan yang telah difermentasi seperti singkong, kulit singkong, dan jerami untuk memaksimalkan kualitas daging.

Bahkan untuk fermentasi, Kutut memiliki bakteri khusus supaya pakan sapi bagus.  

"Perawatan intinya adalah adaptasi dulu dengan pakan di sini, kan pakannya berubah dari asal dan di sini."

"Mayoritas pakan (di sini) difermentasi."

"Ada ampas singkong, sentrat sapi, kulit singkong, diberi tambah rumput dan jerami."

"Jeraminya pun juga difermentasi," jelasnya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (7/7/2021). 

Lebih lanjut, pembeli hewan kurban di tempat Kutut kebanyakan dari Kabupaten Karanganyar.

Ada juga pembeli dari Surakarta, Wonogiri, Klaten, Yogyakarta, dan Jakarta. 

"Biaya perawatan tidak ada tambahan, sudah satu paket."

"Rp 21 juta sampai pengiriman tidak nambah apapun."

"Transportasi juga tidak nambah."

"Pengiriman langsung dari kami, dikirim sampai tempat."

"Sebelum serah terima itu menjadi tanggung jawab kami," imbuhnya. 

Dia mengungkapkan, tingginya permintaan sapi sebagai hewan kurban tidak sebanding dengan permintaan domba.

Selain menjual sapi, Kutut juga menjual domba untuk kebutuhan hewan kurban.

Meski Hari Raya Iduladha tinggal beberapa hari lagi, belum terlihat geliat penjualan kambing atau domba.

Harga satu domba berkisar Rp 2,2 juta hingga Rp 3 juta.

"Saya nyetok 30 (domba) saja belum habis."

"Tahun sebelumnya nyetok 70-100 sampai hari H habis," terangnya.

Sementara itu, penjual kambing di Kelurahan Jungke, Kecamatan Karanganyar, Agus Tarsono mengatakan, hingga saat ini belum ada seorangpun yang menawar kambing miliknya.

Di kandang saat ini ada 20 kambing gibas.

Dia tidak berani menambah jumlah kambing dengan kondisi pasar seperti saat ini.

Menurutnya, kebanyakan orang saat ini lebih memilih membeli sapi daripada kambing.

Di sisi lain, mungkin orang saat ini cenderung membeli kambing secara online.

"Ini masih sepi."

"Tahun lalu sudah banyak yang beli tapi ini belum ada yang menawar," jelasnya. (*)

Baca juga: Pemkab Purbalingga Bakal Terapkan Gerakan Tiga Hari di Rumah Saja, Berlaku 9-11 Juli 2021

Baca juga: Tempat Tidur Penuh, IGD RSUD Goeteng Taroenadibrata Purbalingga Sementara Tak Terima Pasien Covid

Baca juga: Ini Alasan Eka Bikin Buku Aja Magiz di Pagentan Banjarnegara, Banyaknya Berat Badan Bayi Rendah

Baca juga: Bisa Tiru Cara Petani Banjarnegara Ini, Ruswanto Usir Tikus Gunakan Ular dari Pelepah Daun Pisang

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved