Breaking News:

Berita Kriminal

Jual Psikotropika, Dua Pemuda asal Purbalingga Dibekuk Polisi. Terancam Hukuman Maksimal 10 Tahun

Anggota Polres Purbalingga mengamankan TS (19) dan RTS (20), atas kasus penyalahgunaan psikotropika.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
Kabag Ops Polres Purbalingga Kompol Pujiono, bersama Kasat Reserse Narkoba AKP Muhammad Muanam dan Kasubbag Humas Iptu Muslimun, menunjukkan barang bukti saat konferensi pers tetang kasus penyalahgunaan psikotropika, Selasa (22/6/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Anggota Polres Purbalingga mengamankan TS (19) dan RTS (20), atas kasus penyalahgunaan obat terlarang. Kedua pemuda ini tersebut ditangkap di dua lokasi berbeda.

Kabag Ops Polres Purbalingga Kompol Pujiono mengatakan, dalam kasus tersebut, petugas awalnya mengamankan TS (19), warga Desa Pagerandong, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga.

Ia diamankan petugas di wilayah Bobotsari karena didapati memiliki obat terlarang jenis psikotropika berbagai jenis, Sabtu (12/6/2021) malam.

Dari tangannya, polisi mengamankan barang bukti berupa 580 butir obat terlarang jenis hexymer dalam kemasan 58 paket, 2 butir obat jenis Riklona, 1 butir obat jenis Clozapine, dan 1 butir obat jenis Tramadol.

Selain itu, polisi juga mengamankan satu unit telepon genggam, tas warna hitam, dan sepeda motor.

"Dari hasil interogasi terhadap tersangka, diketahui ia membeli obat terlarang dari seorang warga berinisial RTS (20), warga Desa Gandasuli, Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga. Malam itu juga, petugas mendatangi rumah RTS," ujar Pujiono dalam keterangan tertulisnya, Selasa (22/6/2021).

Baca juga: Warga Antusias Ikut Vaksinasi Covid Massal Polres Purbalingga, Bupati: Semoga Masyarakat Makin Sehat

Baca juga: Pemkab Purbalingga Perketat PPKM Mikro, Tempat Wisata Harus Tutup 21 Juni-5 Juli 2021

Baca juga: Satresnarkoba Polres Purbalingga Razia Tempat Karaoke, Lakukan Tes Urine ke Pengunjung

Baca juga: Pengendara Motor Alami Patah Tulang Lengan, Tabrak Mobil Saat Hindari Lubang di Senon Purbalingga

Dari rumah RTS, polisi mendapati sejumlah barang bukti obat terlarang, di antaranya 1045 butir Hexymer.

Selain itu, ditemukan 1 bendel plastik klip bening, dus bekas tempat obat, dan satu unit telepon genggam.

"Dari keterangan, tersangka ini sudah menjual sekitar 3.000 butir obat terlarang yang dibeli secara online dalam kurun waktu satu hingga dua pekan. Alhamdulillah ia berhasil diamankan," ucapnya.

Dalam kasus tersebut, TS dikenakan Pasal 62 UU RI Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika atau Pasal 196 Jo Pasla 98 ayat (2) dan (3) UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

Ancaman hukuman pasal tersebut yaitu pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 100 juta atau pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar.

Sedangkan Tersangka RTS, dikenakan Pasal 196 Jo Pasal 98 ayat (2) dan (3) UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Dengan ancaman pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar. (*)

Baca juga: KABAR DUKA: Vocalis Steven & Coconut Treez Tutup Usia, Sempat Dirawat 4 Hari di RS Akibat Covid

Baca juga: Kasus Covid di Kebumen Melonjak, Sehari Ada Penambahan 80 Kasus

Baca juga: Aduh! Anak-anak di Kota Solo Ikut Terpapar Covid, Jumlahnya Tembus 10 Persen Total Kasus

Baca juga: Kasus Covid di Kota Semarang Melonjak, Pemkot Batasi Tempat Usaha Hanya Sampai Pukul 20.00 WIB

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved