Teror Virus Corona

Virus Covid Varian Delta Mudah Menulari Anak Muda, Gejala yang Muncul di Antaranya Pilek

Virus Covid-19 varian Delta menyebar ke lebih dari 80 negara di dunia. Varian yang dikenal di India ini bahkan mendominasi kasus di beberapa negara.

Editor: rika irawati
Shutterstock.com
Ilustrasi penanganan virus corona. 

"Gejala nomor satu adalah sakit kepala, kemudian diikuti sakit tenggorokan, pilek, dan demam," katanya.

Sementara, gejala klasik Covid-19, semisal batuk dan kehilangan penciuman, jauh lebih jarang ditemukan sekarang.

Banyak orang berusia muda justru mengalami pilek.

Varian Alpha yang pertama kali ditemukan di Inggris, menyoroti munculnya serangkaian gejala yang lebih luas.

Sebuah studi terhadap lebih dari satu juta orang di Inggris, dalam studi REACT (yang melacak transmisi komunitas virus di Inggris) yang dilakukan antara Juni 2020 hingga Januari 2021 mengungkapkan, gejala tambahan yang terkait dengan virus corona termasuk kedinginan, kehilangan nafsu makan, sakit kepala dan nyeri otot, di samping gejala 'klasik'.

Varian yang harus diperhatikan

Minggu ini, varian Delta diklasifikasikan kembali sebagai varian yang menjadi perhatian (variant of concern) oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC),

berdasarkan bukti yang semakin banyak bahwa varian Delta menyebar lebih mudah dan menyebabkan kasus yang lebih parah jika dibandingkan dengan varian lain, termasuk B. 1.1.7 (Alpha). Demikian kata CDC dalam sebuah pernyataan kepada NBC News.

Dr Scott Gottlieb, mantan komisaris Food and Drug Administration, mengatakan, varian Delta kemungkinan juga akan menjadi strain dominan di AS dan dapat terus meningkat.

Di Inggris, saat ini, varian Delta juga bertanggung jawab atas sebagian besar infeksi baru, menyebabkan lonjakan kasus di kalangan anak muda dan yang tidak divaksinasi, dan bahkan menyebabkan peningkatan rawat inap pada kelompok tersebut.

Baca juga: Bupati Sragen Dorong Perluasan Vaksinasi Covid bagi Lansia, Berharap Herd Immunity Segera Terbentuk

Baca juga: Fotografer Pernikahan di Banyumas Protes: Pas Momen Ramai, Hajatan Dilarang

Baca juga: 25 Dosen dan Pegawai UNS Solo Positif Covid, Kegiatan di Kampus Dibatasi Mulai 18-25 Juni

Baca juga: Batasi Mobilitas Warga, Pemkot Semarang Tutup 8 Ruas Jalan Selama 2 Pekan. Ini Lokasinya

Penyebaran varian Delta juga telah mendorong Inggris untuk menunda pelonggaran lebih lanjut dari pembatasan Covid-19.

Program vaksinasi Covid-19 diharapkan dapat menghentikan penyebaran liar varian Delta sehingga harus terus dilakukan untuk melindungi generasi muda yang mungkin belum sepenuhnya divaksinasi.

Analisis dari Public Health England yang dirilis pada hari Senin menunjukkan bahwa dua dosis vaksin Pfizer-BioNTech atau Oxford-AstraZeneca Covid-19 sangat efektif mencegah rawat inap akibat terinfeksi Covid-19 varian Delta.

Profesor Paul Elliott, direktur program REACT dari Imperial's School of Public Health, mengatakan, pihaknya menemukan bukti kuat untuk pertumbuhan eksponensial infeksi dari akhir Mei hingga awal Juni.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved