Teror Virus Corona
48 Santri Ponpes di Kota Pekalongan Positif Covid-19, Mayoritas OTG
Sebanyak 48 santri Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'i Akrom Kota Pekalongan, terkonfirmasi positif Covid-19.
TRIBUNBANYUMAS.COM, PEKALONGAN - Sebanyak 48 santri Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'i Akrom Kota Pekalongan, terkonfirmasi positif Covid-19. Hasil ini diketahui setelah mereka menjalani tes PCR.
Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid atau akrab disapa Aaf.
"Dari 600 santri dan pengasuh yang menjalani tes, ada 48 orang hasil tes PCR, positif Covid-19" ungkap Aaf, Rabu (16/6/2021) sore.
Baca juga: Sunat Bantuan Covid untuk TPQ dan Madin hingga Rp 500 Juta, Warga Bojong Pekalongan Jadi Tersangka
Baca juga: Jalan Penghubung Banjarnegara-Pekalongan Lagi Dikerjakan, Target Selesai November 2021
Baca juga: Tracing Klaster SMA Negeri 4 Pekalongan, Satgas Tempel Stiker di Rumah Tempat Isolasi Mandiri Guru
Baca juga: Puluhan Bebek dan Entok di Kayugeritan Pekalongan Mati Mendadak, Diduga Terpapar Flu Burung
Menurut Aaf, puluhan santri yang positif Covid-19 tersebut langsung diarahkan ke lokasi isolasi yang disediakan Pemkot Pekalongan.
Mereka dievakuasi menggunakan dua truk milik Satpol PP dan satu truk milik Kodim 0710 Pekalongan, dengan pengawalan ketat dari TNI Polri.
"Yang positif tadi, langsung kami evakuasi ke ruang isolasi milik Pemkot Pekalongan," ujar Aaf.
Pihaknya menjelaskan, isolasi di luar lingkungan ponpes dilakukan agar santri positif Covid-19 tidak menularkan ke warga lain di ponpes tersebut.
"Agar mereka lebih aman, steril, dan tidak menyebarkan ke santri di pondok pesantren Syafi'i Akrom," jelasnya.
Terkait kondisi para santri yang positif Covid-19, Aaf mengatakan, mayoritas mereka berstatus orang tanpa gejala (OTG).
Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Pagi Ini, Kamis 17 Juni 2021: Rp 981.000 Per Gram
Baca juga: Cuaca Purbalingga Hari Ini, Kamis 17 Juni 2021: Siang hingga Malam Diperkirakan Diguyur Hujan
Baca juga: Cuaca Purwokerto Hari Ini, Kamis 17 Juni 2021: Diperkirakan Hujan Sepanjang Siang hingga Malam
"Saya tadi melihat, mereka tidak bergejala dan enjoy, mungkin karena masih anak-anak, mudah-mudahan mereka cepat sembuh," imbuhnya.
Aaf mengatakan, sesuai program Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, para santri akan menjalani isolasi dan observasi sekitar 10 hari.
Setelah itu, mereka akan menjalani tes ulang untuk mengetahui infeksi Covid-19.
"Apabila 10 hari sudah tidak ada gejala dan apa yang dirasa, karantinas sudah selesai. Kemarin malam, saya tanya ke beberapa santri, ternyata mereka masih bisa merasakan penciuman dan indera perasa," tambahnya. (Indra Dwi Purnomo)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/48-santri-ponpes-salafiyah-syafii-akrom-kota-pekalongan-positif-covid-19.jpg)