Breaking News:

Berita Cilacap

Air Sumur Warga Cigintung Cilacap Menghitam, Diduga Dampak Kebakaran Kilang Minyak Milik Pertamina

Kebakaran tangki Benzene di kilang minyak Pertamina RU IV Cilacap berdampak pada warga di sekitar kilang. Air sumur warga menghitam pascakejadian.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/Istimewa
Asap hitam membumbung tinggi pascakebakaran tangki Benzene, Pertamina RU IV Cilacap, Sabtu (12/6/2021). 

Saat ini, petugas BPBD Kabupaten Cilacap tengah menyalurkan air bersih untuk warga terdampak.

Ketua RW 13, Sobirun mengatakan, wilayahnya masuk ring satu dampak terbakarnya tangki Pertamina Cilacap.

Di wilayahnya, ada sekitar tiga RW yang terdampak, dengan jumlah warga mencapai 625 Kepala Keluarga (KK).

"Warga saya mengalami krisis air bersih karena airnya berwarna hitam kebiru-biruan. Ketika sampelnya kemarin diambil dari pihak Pertamina, lalu Pak Lurah menginstruksikan kepada saya agar tidak dikonsumsi dulu hingga ada penyedotan massal. Jadi, setiap sumur itu akan disedot," jelasnya.

Pertamina saat ini tengah membantu distribusi makanan dan dari pihak BPBD berupa air bersih serta pembagian masker secara gratis.

Sobirun menambahkan, ada tiga RW di wilayahnya yang terdampak kebakaran tersebut. Yakni, RW 8, 9, dan 13.

"Warganya sekitar 625 KK, tiga RW satu lingkungan di Ring 1. Karena di sini yang terdampak paling parah, udaranya kesini," jelasnya.

Baca juga: Polisi Sebut Angka Kematian Akibat Covid Capai 192 Kasus, Bupati Banjarnegara: Itu Provokatif

Baca juga: Mulai Akhir Juni, Wings Air Layani Penerbangan Menuju dan Dari Bandara JB Soedirman Purbalingga

Baca juga: Wali Kota Salatiga Positif Covid-19, Pemkot Pastikan Layanan Publik Tak Terganggu

Baca juga: Wisata Guci Tegal Ditutup 2 Pekan, Pedagang dan Pemilik Penginapan Minta Kompensasi Rp 100 Ribu/Hari

Dia menjelaskan, saat hujan turun, warga tidak ada yang sempat menutup sumur.

Padahal, warga Kutawaru sangat bergantung pada sumber air sumur dan tadah hujan.

Sementara itu, Sudiono, petugas BPBD Cilacap, mengatakan, seluruh RW di Kelurahan Kutawaru terdampak asap kebakaran.

"Begitu air sumur hitam, itu langsung ditangani Pertamina. Kalau yang sumur, langsung di kuras untuk membuang air yang bercampur sama sisa asap yang terbawa air hujan, karena di sini rata-rata tadah hujan," katanya. (Tribunbanyumas/jti)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved