Breaking News:

Beriba Banjarnegara

Polisi Sebut Angka Kematian Akibat Covid Capai 192 Kasus, Bupati Banjarnegara: Itu Provokatif

Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono protes terkait data yang disampaikan Polres Banjarnegara saat membubarkan pentas kuda lumping di Desa Limbangan.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: rika irawati

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA - Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono protes terkait data yang disampaikan Polres Banjarnegara saat membubarkan pentas kuda lumping di Desa Limbangan, Kecamatan Madukara, Sabtu (12/6/2021).

Bupati yang akrab disapa Wingchin itu mengatakan, informasi yang disampaikan petugas saat pembubaran, kurang tepat dan meresahkan masyarakat.

"Itu kalimat provokatif," katanya memprotes, Senin (14/6/2021).

Baca juga: Begini Cerita Yayuk, Sukses Kelola Sekolah Satu Atap di Banjarnegara, Tempatnya Jadi Percontohan

Baca juga: Tubuh Murtinah Merasa Sudah Terlalu Kebal, Cerita Pemulung Asal Banjarnegara Ini Tetap Sehat

Baca juga: 57 Warga Ponpes di Banjarnegara Positif Covid-19, Bupati: Orangtua Tidak Perlu Panik

Baca juga: Dapat Bantuan, Bocah Penderita Hidrosefalus di Bawang Banjarnegara Dikunjungi Dokter Setiap Pekan

Informasi yang dinilai tidak tepat itu, dijelakan Wingchin terkait angka kematian akibat Covid-19.

Saat membubarkan kegiatan kesenian yang dikhawatirkan dapat menjadi media penularan Covid-19 lantaran kerumunan yang tejadi, petugas mengungkap adanya 192 kasus kematian akibat paparan virus SARS-CoV-2.

Padahal, menurut Wingchin, data tersebut merupakan angka kematian sejak kasus Covid-19 masuk Banjarnegara pada Maret 2020, hingga Juni 2021, atau sekitar 15 bulan.

"Itu pun, rata-rata karena mereka (yang meninggal) memiliki komorbid atau penyakit bawaan, semisal serangan jantung, tipes, demam berdarah, serta gagal ginjal," ucapnya.

Berdasarkan data ini, jika dirata-rata, angka kematian akibat Covid-19 di Banjarengara mencapai 13 orang dalam sebulan.

Jika dipersentase, hanya sekitar 0,001 persen dari total jumlah penduduk di Kabupaten Banjarnegara yang mencapai sekitar 1.050.000 orang.

Meski begitu, dia membenarkan, angka Covid-19 di Banjarnegara saat ini mencapai 250 kasus.

Angka tersebut tinggi karena ada klaster pondok pesantren, beberapa waktu lalu, dengan jumlah kasus cukup banyak.

Baca juga: Mulai Akhir Juni, Wings Air Layani Penerbangan Menuju dan Dari Bandara JB Soedirman Purbalingga

Baca juga: Wali Kota Salatiga Positif Covid-19, Pemkot Pastikan Layanan Publik Tak Terganggu

Baca juga: Wisata Guci Tegal Ditutup 2 Pekan, Pedagang dan Pemilik Penginapan Minta Kompensasi Rp 100 Ribu/Hari

Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Pagi Ini, Senin 14 Juni 2021 Rp 991.000 Per Gram

Namun, dari angka 250 kasus itu, saat ini, hanya 79 kasus yang dirawat di sejumlah rumah sakit di Banjarengara, yakni di RSUD Hj Anna Lasmanah, RS Emanuel, RSI Banjarnegara, dan PKU Muhammadiyah.

Sisanya, 171 orang, menjalani karantina mandiri atau di rumah.

Karenanya, Wingchin meminta warga tidak takut terhadap Covid-19 dan semangat menjalani hidup. Namun, warga harus tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

"Mari jaga prokes dan ikuti PPKM Mikro yang ditandatangani Mendagri, mantan Kapolri," katanya. (*)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved