Breaking News:

Berita Tegal

Wisata Guci Tegal Ditutup 2 Pekan, Pedagang dan Pemilik Penginapan Minta Kompensasi Rp 100 Ribu/Hari

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tegal menutup sementara objek wisata Guci setelah wilayah tersebut berstatus zona merah penularan Covid-19.

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/DESTA LEILA KARTIKA
Pemkab Tegal menggelar audiensi dengan pedagang, pengelola wisata, dan pengelola penginapan terkait penutupan Objek Wisata Guci selama dua pekan, di Aula Kantor UPTD Objek Wisata Guci Kabupaten Tegal, Minggu (13/6/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SLAWI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tegal menutup sementara objek wisata Guci setelah wilayah tersebut berstatus zona merah penularan Covid-19.

Hal ini sesuai Surat Edaran Bupati No 443.5/B.848 Tahun 2021. Penutupan sementara diterapkan di tempat yang menimbulkan keramaian, satu di antaranya sektor wisata.

Namun, rencana ini diprotes pedagang dan pengelola wisata di kawasan tersebut.

Penutupan selama 14 hari itu dinilai bakal merugikan seingga mereka menuntut kompensasi Rp 100 ribu per hari, selama penutupan berlangsung.

Hal ini diungkapkan para pelaku wisata saat audiensi di Aula Kantor UPTD Objek Wisata Guci, Kabupaten Tegal, Minggu (13/6/2021).

Baca juga: Catat! Mulai 15 Maret, Pembayaran Tiket Masuk Wisata Guci Tegal Pakai Sistem Nontunai

Baca juga: Kupat Bongkok, Menu Sarapan Khas Tegal: Ada Tekstur Kenyal dan Rasa Pedas Manis

Baca juga: Nobar Euro 2021 Dilarang di Tegal, Hartoto: Karena Dipastikan Berkerumun

Baca juga: Kabupaten Tegal Zona Merah, Pemkab Tutup Sementara Semua Objek Wisata dan Ajak Warga di Rumah Saja

Dalam audiensi yang digelar secara terbatas itu, mereka membahas di antaranya kegiatan apa saja yang dilakukan selama wisata ditutup dan harapan para pedagang maupun pengelola penginapan.

Juru Bicara Paguyuban Pedagang dan Pengelola Penginapan di Wisata Guci, Wisnu Hutama, menyampaikan protes lantaran pemkab terkesan tebang pilih.

Menurutnya, pemkab hanya menutup tempat wisata tetapi tidak beberapa tempat keramaian lain, semisal pasar dan mal.

"Pemerintah memberikan anjuran ditutup, ya kami manut, ditutup. Tapi kan namanya sampai 14 hari, tidak ada pemasukan. Kami harap ada bentuk kepedulian dari Pemkab. Maka, kami meminta bantuan dana Rp 100 ribu per hari selama dua pekan penutupan wisata, per Kartu Keluarga (KK)," kata Wisnu.

"Sedangkan jumlah pedagang, karyawan penginapan, dan pemilik penginapan di area Guci sekitar 5.000 orang," imbuhnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved