Breaking News:

Berita Banyumas

Bupati Banyumas Izinkan PKL Alun-alun Purwokerto Tetap Berjualan, Ini Syaratnya

Bupati Banyumas Achmad Husein akhirnya mengizinkan pedagang kaki lima (PKL) Alun-alun Purwokerto berjualan di kawasan tersebut.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI
Bupati Achmad Husein (dua dari kiri) memberi penjelasan seusai audiensi dengan PKL Alun-alun Purwokerto di Ruang Joko Kaiman, Pendopo Si Panji Purwokerto, Rabu (9/6/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Bupati Banyumas Achmad Husein akhirnya mengizinkan pedagang kaki lima (PKL) Alun-alun Purwokerto berjualan di kawasan tersebut.

Hal ini disampaikan Husein saat menerima audiensi Paguyuban PKL Alun-alun Purwokerto, di Ruang Joko Kaiman, Pendopo Si Panji Purwokerto, pada (9/6/2021).

Dalam kesempatan itu, bupati pun menyayangkan aksi anak buahnya yang penyemprotan disinfektan menggunakan mobil pemadam kebakaran untuk membubarkan PKL di alun-alun, Minggu (6/6/2021).

Bupati mengaku belum bisa menyediakan tempat yang bagus untuk para PKL berjualan. Karena itu, sementara, 125 PKL di alun-alun tetap boleh berjualan.

Namun, Husein memberi syarat, mereka wajib menerapkan protokol kesehatan.

Baca juga: Ngeyel Berjualan, PKL di Alun-alun Purwokerto Disemprot Disinfektan Pakai Mobil Pemadam Kebakaran

Baca juga: PKL Alun-alun Purwokerto Protes, Bubarkan Pedagang Disemprot Disinfektan Gunakan Mobil Damkar

Baca juga: Update Micro Lockdown Polsek Cilongok, Kapolresta Banyumas: Anggota yang Terpapar Berangsur Sehat

Baca juga: Bupati Banyumas Bakal Jadi Wasit, Datangi Pusat Keramaian, Siapkan Tiga Kartu Bagi Pelanggar Prokes

Selain itu, jam operasional juga diatur pukul 16.00 WIB-21.00 WIB.

"Kami paham, pedagang butuh makan. Kami juga tidak bisa melarang. Tapi, mari bersama menjaga karena ada klaster Covid-19 seperti di daerah lain," kata Husein.

Menurut Husein, pemkab berencana menyediakan tempat khusus PKL di Jalan Soekarno. Lokasi ini, nantinya akan lebih luas dan representatif bagi pedagang untuk berjualan.

Sementara, Humas Paguyuban PKL Alun-alun Purwokerto Sugiyanto mengatakan, pihaknya tak menyangka bakal disemprot disinfektan saat berjualan.

"Kami sangat memahami, aktivitas para PKL berpotensi melanggar aturan karena berpeluang menciptakan kerumunan. Tapi, karena corona, kami juga sampai harus menjual motor untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved