Berita Banyumas Hari Ini

PKL Alun-alun Purwokerto Protes, Bubarkan Pedagang Disemprot Disinfektan Gunakan Mobil Damkar

Para pedagang tidak menduga akan disemprot menggunakan mobil pemadam kebakaran, karena kalau mobil water canon tidak akan sebesar itu.

Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: deni setiawan
TRIBUN BANYUMAS/PERMATA PUTRA SEJATI
Humas Paguyuban PKL Sehati Alun-alun Purwokerto, Sugianto saat ditemui Tribunbanyumas.com, Senin (7/6/2021). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Para pedagang kaki lima (PKL) Alun-alun Purwokerto menyayangkan pembubaran mereka menggunakan disinfektan yang dilakukan melalui mobil pemadam kebakaran. 

Mereka tidak mengetahui akan ada aksi seperti itu.

Hingga melakukan penyemprotan disinfektan kepada para pedagang yang berjualan di sana. 

Baca juga: Diduga Korban Malapraktik. Tangan Warga Sudagaran Banyumas Harus Diamputasi Gara-gara Sakit Perut

Baca juga: Luncurkan Website ISNU Banyumas, Wakil Bupati: Peradaban Bangsa Ditentukan Pengetahuan Warganya

Baca juga: Stasiun Purwokerto Tambah Jam Layanan Rapid Test dan Genose sampai Pukul 21.00 WIB, Setiap Hari

Baca juga: Ngeyel Berjualan, PKL di Alun-alun Purwokerto Disemprot Disinfektan Pakai Mobil Pemadam Kebakaran

"Harusnya jangan sampai seperti itu."

"Kalau dibilangin baik-baik juga bisa." 

"Kami paling cuma 10 orang, kalau disuruh pindah juga mau." 

"Tapi itu katanya dari Satgas Covid-19, karena jika dengan Satpol PP atau dinas sudah biasa berkoordinasi," ujar Humas Paguyuban PKL Sehati Alun-alun Purwokerto, Sugiyanto kepada Tribunbanyumas.com, Senin (7/6/2021). 

Sugiyanto mengatakan, saat itu sudah ada sekira 10 pedagang yang menggelar lapak dagangannya. 

Diakuinya memang sudah setahun ini para pedagang tidak berjualan di Alun-alun Purwokerto karena pandemi Covid-19. 

"Para pedagang tidak menduga akan disemprot menggunakan mobil pemadam kebakaran, karena kalau mobil water canon tidak akan sebesar itu." 

"Kalau jumlah kami ratusan dan susah dibubarkan, silakan disemprot," katanya. 

Sugiyanto mengatakan, sudah mengirim permintaan audiensi dengan Bupati Banyumas, Achmad Husein.

Sementara itu, Asisten Pemerintah dan Kesra Setda Kabupaten Banyumas, Didi Rudwiyanto mengatakan, para pedagang bersama dinas untuk mengajukan usulnya kepada Bupati. 

"Silakan buat dan berikan konsepnya, pada Rabu (9/6/2021) diajukan kepada Bupati Banyumas."

"Perwakilan 10 orang mau curhat apapun silakan," jelasnya kepada Tribunbanyumas.com, Senin (7/6/2021). 

Terkait solusi, belum ditemukan keputusan pasti, akan tetapi untuk sementara mereka agar menempati lapak di sepanjang Jalan Ragasemangsang. 

"Pusat kerumunan adalah alun-alun, pasar juga akan kami evaluasi."

"Terkait mengapa menggunakan mobil pemadam kebakaran itu adalah teknis operasionalnya dari Satpol PP," tambahnya. (Permata Putra Sejati)

Baca juga: Bupati Wacanakan Bangun Kawasan Industri di Pemalang, Mukti Agung Wibowo: Kami Sedang Survei Lokasi

Baca juga: Surga Tersembunyi di Pinggiran Pemalang, Cerita Arun Terkesima Lihat Panorama Curug Bengkawah

Baca juga: Penataan Ulang Empat RTH di Kendal, Dikonsep Bisa Jadi Ruang Interaksi Sosial Warga

Baca juga: Realisasikan Janji Bupati Dico di Kendal, Tiap Dusun Dapat Bantuan Dana Khusus, Minimal Rp 100 Juta

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved