Breaking News:

Penanganan Corona

Tamu Hajatan Dibatasi 75 Orang, Cara Pemkab Semarang Cegah Klaster Covid-19 Baru

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang memberlakukan pembatasan jumlah tamu undangan pada acara hajatan maupun pesta pernikahan.

TRIBUN BANYUMAS/M NAFIUL HARIS
Bupati Semarang, Ngesti Nugraha. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, UNGARAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang memberlakukan pembatasan jumlah tamu undangan pada acara hajatan maupun pesta pernikahan.

Bupati Kabupaten Semarang Ngesti Nugraha mengatakan, pembatasan tamu tersebut tertuang dalam Instruksi Bupati Nomor 13 Tahun 2021 tentang Perpanjangan PPKM Mikro.

"Itu kami lakukan untuk mencegah adanya klaster baru akibat kerumunan ketika hajatan maupun kondangan. Adapun tamu undangan, maksimal 75 orang dari total kapasitas ruangan," terangnya saat dihubungi Tribunbanyumas.com, Kamis (3/6/2021).

Baca juga: Pemerintah Berlakukan Lagi PPKM Mikro Mulai 1 Juni 2021, Mal Hanya Boleh Buka Sampai Pukul 21.00 WIB

Baca juga: Bupati Semarang Minta Ujian Sekolah Digelar Daring, Ngesti: Tatap Muka Hanya bagi Siswa Susah Sinyal

Baca juga: Target Disdukcapil Kabupaten Semarang: 30 Desa Bisa Nikmati Kemudahan Akses Layanan Adminduk

Menurut Ngesti, Pemkab Semarang, pada prinsipnya memperbolehkan warga menggelar kegiatan sosial.

Akan tetapi, harus memperhatikan ketentuan yang ada agar tidak terjadi penularan virus Corona.

Ia menambahkan, dalam Instruksi Bupati Nomor 13 Tahun 2021 itu, juga diatur setiap tamu undangan tidak diperkenankan makan dan minum di tempat hajatan.

"Jadi, setelah datang memberikan ucapan selamat, tamu undangan wajib langsung pulang. Bagi tuan rumah, makanan yang disiapkan untuk diminta dibawa pulang," katanya.

Politisi PDIP itu menyatakan, apabila pada suatu lokasi diselenggarakannya hajatan maupun pesta pernikahan, atau lain sebagainya, terdapat warga positif corona, kegiatan diminta ditunda.

Pihaknya mengungkapkan, hal serupa juga berlaku bagi pelaku usaha, baik pada bidang kuliner, hiburan, maupun tempat wisata. Dia mengajak masyarakat dapat belajar dari kasus Covid-19 di Kota Kudus.

"Kasus Corona di Jateng sedang ada kenaikan, Kudus misalnya. Saya minta, warga taat dan senantiasa menerapkan protokol kesehatan serta selalu mematuhi himbauan dari pemerintah," ujarnya. (*)

Baca juga: Video Penerbangan Komersial Perdana Bandara Jenderal Soedirman Purbalingga

Baca juga: Dongkrak Penerbangan di JB Soedirman Purbalingga, Gubernur Ganjar Usulkan Adanya Paket Wisata

Baca juga: Warga Kranji Banyumas Tewas Tertabrak KA Serayu, Tak Gubris Klakson Panjang Kereta

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Tahap Tiga di Jateng Diprioritaskan untuk ODGJ, Fokus bagi Pasien di RSJ

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: rika irawati
Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved