Berita Jateng
Belum Diresmikan, Jalan Lingkar Brebes-Tegal Mulai Dipadati PKL dan Anak Nongkrong
Jalan Lingkar Brebes-Tegal mulai dimanfaatkan warga meski secara resmi, jalur tersebut belum dibuka untuk umum.
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS.COM, TEGAL - Jalan Lingkar Brebes-Tegal mulai dimanfaatkan warga meski secara resmi, jalur tersebut belum dibuka untuk umum. Bahkan, setiap sore, di sejumlah titik di jalan ini, ramai sebagai tempat berjualan dan tempat nongkrong baru bagi sejumlah anak muda.
Seperti yang terlihat Senin (31/5/2021) sore. Sejumlah kendaraan pribadi, truk, juga motor sudah mulai melintasi jalan sepanjang 17,4 kilometer yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) itu.
Sementara, di Jembatan Kaligangsa yang merupakan perbatasan Brebes dan Kota Tegal, sejumlah pedagang kaki lima (PKL) mulai membuka lapak dagangan mereka. Ada yang memakai mobil bak terbuka, ada pula yang menggunakan gerobak motor.
Kondisi ini pun menimbulkan kerumunan warga yang ingin membeli atau ikut nongkrong di sekitar lokasi yang ada di Desa Kertabesuki, Kabupaten Brebes itu.
Sayang, mayoritas dari mereka abai protokol kesehatan. Mereka tak menjaga jarak, bahkan tak memakai masker.
Baca juga: Dedy Yon Harap Tegal Raih Predikat Kota Layak Anak Tingkat Nindya
Baca juga: Koki Cafe Cabuli Anak Bawah Umur, Keponakan Pemilik Tempat Pelaku Bekerja di Tegal
Baca juga: Awas Bahaya Hipertensi di Masa Pandemi, Begini Penjelasan Lengkap Dinkes Kota Tegal
Baca juga: Said Baraba: Sejak Ramadan, Warga Tegal Terlihat Makin Abai Protokol Kesehatan
Seorang penjual minuman ringan, Sudirman (70), mengatakan, pembangunan jalan lingkar tersebut selesai pada Januari 2021.
Saat itu, sudah banyak kendaraan yang melintas. Dan, setiap sore, banyak warga yang nongkrong di pinggir jalan, mulai pukul 16.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB.
"Ya, ramainya pas sore doang, mulai pukul 16.00 WIB," kata Sudirman, warga asli Margadana, Kota Tegal, saat ditemui di lokasi, Senin (31/5/2021).

Sudirman berharap, setelah diresmikan, jalan lingkar tersebut tak lagi menimbulkan kecelakaan lalu lintas.
Pasalnya, belum diresmikan saja, menurutnya, sudah banyak kecelakaan lalu lintas yanga terjadi.
Pernah, menurutnya, ada seorang kakek yang sedang menaiki sepeda onthel, ditabrak anak SMP yang tengah mengendarai sepeda motor.
Keesokan harinya, kakek tersebut meninggal dunia.
"Nih, di sini (red, Jembatan Kaligangsa Jalan Lingkar), yang meninggal ada satu. Meninggalnya gak pas ditabrak, selang satu harinya," ujarnya.
Baca juga: Positif Covid, 12 Nakes di Cilacap Dipastikan Tidak Terinfeksi Varian India
Baca juga: Dua Hari Hilang Tersapu Ombak di Pantai Menganti Kebumen, Bocah asal Sleman Ditemukan Tewas
Baca juga: Terima 10 Ribu Masker dari Perusahaan Mainan Korea, Bupati Purbalingga Berharap Banyak Swasta Peduli
Baca juga: Bupati Kudus Kecewa Warga Mulai Abai Prokes, Hartopo: Padahal Lonjakan Kasus Jadi Perhatian Nasional
Warga lain, Aji (27), berharap, keberadaan jalan lingkar tersebut dapat memajukan ekonomi masyarakat setempat.
Ada lahan yang disediakan bagi masyarakat untuk membuka usaha.
Selain itu, ia juga berharap, sarana prasarana berupa rambu-rambu lalu lintas, dipenuhi.
Sehingga, tidak berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas.
Ia menilai, masih banyak lampu lalu lintas yang belum hidup.
"Karena ini masih baru, jadi harapannya, dipenuhi sarana prasarananya. Semisal, lampu lalu lintas," kata Aji, warga Desa Sawojajar, Kabupaten Brebes. (*)