Breaking News:

Berita Jawa Tengah

Istri Gugat Suami Mendominasi Kasus Perceraian di Salatiga, Penyebabnya Karena Ini

Jumlah cerai gugat yang diajukan pihak istri pada periode Januari-Februari 2021 di Kota Salatiga mencapai 166 perkara.

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: deni setiawan
PEMKOT SALATIGA
DP3APPKB Kota Salatiga saat menggelar workshop Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kecana), belum lama ini. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SALATIGA - Fenomena istri menggugat suami mendominasi kasus perceraian di Kota Salatiga. 

Ketua Forum Antarumat Beragama Peduli Keluarga Sejahtera dan Kependudukan (Fapsedu) Kota Salatiga, Rahmat Hariyadi mengatakan, jumlah cerai gugat yang diajukan pihak istri pada periode Januari-Februari 2021 mencapai 166 perkara.

Baca juga: Pemkot Salatiga Bagi-bagi Parsel, Didapat dari 5 ASN yang Melaporkan Menerima Gratifikasi Lebaran

Baca juga: Kasus Covid-19 di Salatiga Melonjak: 2 Kelurahan Masuk Zona Merah, Ruang Isolasi Penuh

Baca juga: DKK Salatiga: Empat Apotek Full Siaga Selama Libur Lebaran

Baca juga: Pedagang Dilarang Mremo di Komplek Pasar Raya Salatiga, Yuliyanto: Rawan Munculkan Klaster Baru

"Sedangkan jumlah cerai talak dengan periode sama mencapai 66 perkara."

"Ini semua karena diduga istri justru berperan sebagai penopang ekonomi keluarga," terangnya kepada Tribunbanyumas.com, Senin (24/5/2021). 

Menurut Rahmat, dari sejumlah data itu, angka cerai gugat masih lebih tinggi dan jumlahnya mencapai hampir tiga kali lipat dari cerai talak.

Dengan demikian, angka permintaan perceraian yang diajukan oleh istri masih mendominasi di Kota Salatiga.

Ia menyatakan, terdapat  beberapa faktor yang mempengaruhi dan salah satu temuan Fapsedu Kota Salatiga adalah pabrik (industri) lebih menerima pekerja dari kaum perempuan dibandingkan laki-laki.

"Akhirnya mau tidak mau harus ada pergeseran peran orangtua dalam mengasuh anak, yang kemudian beralih kepada laki- laki atau bapaknya."

"Sementara yang sibuk mencari nafkah adalah pihak perempuan atau ibunya," katanya.

Dia mengungkapkan, agar ketahanan suatu keluarga atas masalah yang dihadapi dapat teratasi bahkan mampu mencapai level sejahtera terpenuhi adanya sekolah pra nikah menjadi sangat penting untuk terbentuknya keluarga berkualitas. 

Kabid Pengendalian Penduduk, Advokasi Komunikasi, Informasi dan Edukasi DP3APPKB Kota Salatiga, Budi Cahyono berkata, dalam upaya mendorong ketahanan keluarga telah melaksanakan berbagai program.

Salah satunya melalui workshop Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kecana) di tengah- tengah masyarakat.

“Termasuk juga menyelenggarakan Sekolah Pra Nikah bagi calon pasangan pengantin."

"Program tersebut sangat strategis untuk mendorong terwujudnya ketahanan keluarga sekaligus mendorong kesejahteraan keluarga," ujarnya. (M Nafiul Haris)

Baca juga: Innalillahi Wa Innalillahi Rojiun, Pengasuh Ponpes Al Hikmah 1 Brebes KH Shodiq Suhaimi Tutup Usia

Baca juga: Jalan Lingkar Brebes-Tegal Telah Selesai, Dibangun di Atas Struktur Rawa, Panjangnya 17,4 Kilometer

Baca juga: Cerita Pedagang Pantura Tegal, Kehilangan Untung Hingga 90 Persen Selama Libur Lebaran

Baca juga: Doa Pegiat Seni dan Ekonomi Kreatif Kota Tegal Seusai Disuntik Vaksin: Semoga Segera Kembali Normal

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved