Kamis, 28 Mei 2026

Berita Tegal Hari Ini

Dua Kelurahan Ini, Paling Banyak Kasus DBD di Kota Tegal

Kasus DBD paling banyak berada di Kelurahan Mintaragen, Tegal Timur, dan Kelurahan Bandung, Tegal Selatan dengan masing-masing tiga kasus.

Tayang:
Editor: deni setiawan
Tresno Setiadi/Kompas.com
Kepala Dinkes Kota Tegal Sri Prima Indraswari. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, TEGAL - Sedikitnya ada 15 kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Tegal, dalam lima bulan terakhir, Januari-Mei 2021.

Dari 15 kasus yang tercatat tahun ini, tidak ada yang sampai meninggal dunia.

"Yang sedang dirawat juga tidak ada."

"Semuanya telah dinyatakan sembuh," ujar Kepala Dinkes Kota Tegal, dr Prima Indraswari seperti dilansir dari Kompas.com, Kamis (20/5/2021).

Baca juga: Dua Pemudik Positif Covid-19, Hasil Tes Acak Sepanjang Larangan Mudik Lebaran di Tegal

Baca juga: Lebih Rendah Dibanding Jateng, Angka Stunting Kota Tegal Saat Ini Adalah 4,76 Persen

Baca juga: Karyawan Indomart di Tegal Coba Rampok 2 Alfamart untuk Bayar Pinjol, Gagal setelah Pegawai Teriak

Baca juga: Kesadaran Masyarakat Masih Minim di Tegal, Banyak yang Buang Sampah di Jalan dan Selokan

Prima mengatakan, jumlah tersebut terbilang lebih sedikit di periode yang sama bulan Januari-Mei 2020 dengan 40 kasus.

"Jumlahnya memang cenderung menurun."

"Ini mungkin karena siklus cuaca lima tahunan, dan kesadaran masyarakat menjaga kebersihan lingkungan yang semakin tinggi," kata Prima.

Prima menyebut, kasus DBD tertinggi dalam lima tahun terakhir terjadi di pada 2016.

Saat itu ada 131 kasus DBD.

Kasus DBD kemudian menurun pada 2017 dengan 79 kasus, 2018 ada 6 kasus, pada 2019 naik menjadi 90 kasus, dan 2020 kembali turun menjadi 59 kasus.

Menurut Prima, tak hanya faktor cuaca dan tingginya kesadaran masyarakat, melandainya kasus DBD juga akibat dibarengi dengan kinerja lintas sektoral.

Prima merinci, kasus DBD paling banyak berada di Kelurahan Mintaragen, Tegal Timur, dan Kelurahan Bandung, Tegal Selatan dengan masing-masing tiga kasus.

Selanjutnya Kelurahan Kalinyamat Wetan, Tegal Selatan, dan Kelurahan Margadana, Kecamatan Margadana dengan masing-masing dua kasus.

Kemudian Kelurahan Mangkukusuman, Slerok, dan Panggung, Kecamatan Tegal Timur dengan masing-masing satu kasus.

Terakhir masing-masing tercatat satu kasus di Kelurahan Tunon, Tegal Selatan, Kelurahan Pesurungan Lor, Margadana.

"Untuk usia paling banyak di usia 9-14 tahun dengan jenis kelamin laki-laki delapan, dan tujuh perempuan," kata Prima.

Prima menyebut, Kelurahan Bandung, Kecamatan Tegal Selatan, menjadi perhatian Dinkes dimana dalam tiga tahun terakhir selalu muncul kasus DBD.

Berbagai upaya, sebut Prima, terus dilakukan di antaranya dengan pengasapan hingga puluhan kali di wilayah yang terdapat laporan kasus DBD untuk menekan laju penyebaran.

"Kemudian abatisasi dan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), pemasangan ovitrap, edukasi 3M, dan bekerja sama lintas sektor terus kami lakukan," kata Prima. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ada 15 Kasus DBD dalam Lima Bulan Terakhir di Kota Tegal"

Baca juga: Miris! Setelah Ledakan yang Menewaskan 4 Orang, Warga Ngabean Kebumen Masih Simpan Bubuk Mercon

Baca juga: Pengurus Forum Anak Cilacap Periode 2020-2022 Dilantik, Ini Pesan Bupati

Baca juga: Karena Pemudik Ini, Satu Keluarga Gentawangi Terinfeksi Covid-19, Bupati Banyumas: Kami Kecolongan

Baca juga: Pasca Aturan Larangan Mudik, Terminal Bulupitu Purwokerto Makin Dibanjiri Penumpang

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved